Categories: BERITA UTAMA

Kedua Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya Sepakat Damai

PUNCAK JAYA – Kedua kubu pendukung pasangan calon Bupati Jaya baik nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi Wonorengga menyatakan ingin berdamai dan menghentikan  perang.

Pernyataan itu, disampaikan masing-masing kubu dihadapan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Pj Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, Kapolres AKBP Kuswara dan Dandim 1714 Puncak Jaya dalam pertemuan secara terpisah dengan kedua kubu paslon itu, Rabu (9/4).

Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 1, Apenius Wenda mengatakan jika kubunya tidak lagi mau melanjutkan perang, meski sudah 8 orang dari kubunya meninggal dunia dalam perang ini. Sedangkan, korban meninggal di kubu paslon bupati nomor urut 2 sebanyak 5 orang.

“Kami korban 8 orang, teman-teman di kubu 02 ada 5. Secara adat perang ini belum imbang tapi kami tidak mau perang lagi karena kemanusiaan dan korban sudah banyak,” jelas Apenius seperti rilis yang dikirim Humas Polres Puncak Jaya, Rabu (9/4).

“Kami mau belah kayu doli, adat untuk penyelesaian perang. Pada saat pernyataan ini, Tuhan dengar dan alam menyaksikan,” sambungnya.

Bahkan, jika kubu paslon bupati nomor urut 2 menganggu, maka kubu paslon bupati nomor urut 1 menyerahkan kepada aparat keamanan. Sementara itu, untuk proses perdamaian, kubu 01 menyerahkan kepada pemerintah daerah.

“Titik-titik yang sering terjadi perang sebelumnya, kami minta aparat keamanan menjaganya,”,” pinta Apenius. Bahkan, pernyataan perdamaian itu datang dan dibuat langsung oleh keluarga dari 8 orang korban meninggal dunia tersebut. Bahkan, mereka berinisiatif siap untuk tandatangan perdamaian.   

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago