Categories: BERITA UTAMA

Lima Tahun Terakhir, 40 Narapidana Kabur dari Lapas Doyo

Basuki Wijoyo ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 40 pengedar Narkoba kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo selama lima tahun terakhir belum ditemukan hingga kini. Adapun 40 orang tersebut berstatus resedivis  peredaran sabu dan ganja di wilayah Papua.

Kalapas Narkotika Doyo, Basuki Wijoyo menerangkan, 40 orang tersebut hingga saat ini masih buron. Dimana pelarian narapidana terbanyak terjadi pada 20 Juli tahun 2018, yaitu sebanyak 31 narapidana Narkotika kabur dari Lapas saat narapidana lainnya sedang melaksanakan ibadah Minggu.

Selain itu, pada Desember tahun 2016, sebanyak 17 narapidana juga kabur dari Lapas Doyo dan saat ini masih diburu. “Dari 40-an  pengedar dan resedivis itu belum sebagian yang kembali ke Lapas Narkotika Doyo. Upaya kami untuk melacak keberadaan mereka agar bisa dipulangkan dengan bekerja sama pihak Kepolisian,” ucap Basuki kepada wartawan saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti ganja dan sabu di Direktorat Narkoba Polda Papua, Selasa (11/2).

Terkait narapidana PNG yang kabur dari Lapas Doyo, Basuki mengaku  pihaknya sudah mengirimkan surat ke Konsulat PNG, Keimigrasian, PLBN serta Pamtas untuk perbantuan penangkapan.

Kejadian kaburnya narapidana berulang kali dari Lapas Doyo. BNN Papua sudah memberikan saran agar temboknya ditinggikan. Untuk itu, tahun ini ada rencana tembok Lapas Narkotika ditinggikan dari 4 meter menjadi 8 meter.

“Tahun ini juga kami akan menambah jumlah sipir sebanyak 32 orang. Selain itu, kami akan meninggikan pagar Lapas untuk mencegah masalah narapidana kabur tak terulang lagi,” bebernya.

Basuki juga mengeluhkan mengenai jumlah warga binaan di Lapas Doyo yang kini mencapai 530 orang. Padahal daya tampung Lapas Narkotika tersebut sebenarnya hanya 300-an orang. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

11 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

12 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

18 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

19 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

20 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago