Categories: BERITA UTAMA

Kantor Komnas HAM Papua Dilempari Molotov

Empat Kali Diteror, Belum Satupun Terungkap

JAYAPURA-Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua kembali diteror. Kali ini, sebuah botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov dilemparkan ke arah kantor tersebut oleh seorang pria yang kemudian melarikan diri, Rabu (9/9).

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan aksi tersebut merupakan teror keempat yang dialami Kantor Komnas HAM Papua. Sebelumnya, kantor tersebut juga pernah mendapat sejumlah gangguan dan ancaman.

“Ini pesan teror yang kesekian kali untuk Kantor Komnas HAM w. Dulu serangannya ada foto-foto yang ditempel di Kantor Komnas HAM, lalu foto saya ditaruh dengan jenazah, pelemparan Kantor Komnas HAM, pengerusakan hingga saat ini ada bom molotov lagi,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos.

Menurut Frits, aksi pelemparan terjadi sekira pukul 10.10 WIT ketika sejumlah staf sedang melakukan briefing terkait kegiatan di kantor. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang membuat para staf terkejut. “Saya pastikan yang dilempar itu adalah molotov menggunakan botol ukuran satu liter, ada bau bensin terhambur,” ujarnya.

Setelah kejadian, Frits langsung memerintahkan staf membuat laporan polisi. Sekitar satu jam kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Frits menilai aksi tersebut merupakan bentuk intimidasi dan teror terhadap Komnas HAM Papua. Ia meminta pelaku segera diungkap dan ditangkap, siapa pun pelaku dengan status maupun latar belakang.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Identitas Penembak Bus Freeport Dikantongi

Kanit Reskrim Polsek Tembagapura Ipda Akhmad Yudha Wiratama mewakili Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak menyatakan,…

2 hours ago

Persipura Bertolak ke Banjarmasin

Mantan pelatih PSIS Semarang itu juga membeberkan kondisi pemainnya. Ia menilai Boaz Solossa dan kawan-kawan…

2 hours ago

Setelah Bencana Harus Ada Perbaikan Tata Ruang

​"Peristiwa kebakaran di kawasan Mandala Pantai menunjukkan bahwa mitigasi kebakaran di Kota Jayapura perlu dikaitkan…

3 hours ago

Habiskan hingga 600 Porsi, Siapa Saja Boleh Mencicipi

Namun bagaimana jika makan gratis ini justru diperuntukkan bagi masyarakat umum dan itu di Papua.…

4 hours ago

Harus Ada Izin Dinsos dan Kepolisian, Ada Laporan Jelas sebagai Bentuk Transparansi

Kotak-kotak sumbangan di pinggir jalan kembali menjadi pemandangan yang cukup mudah ditemui di sejumlah ruas…

4 hours ago

Bupati Jayapura: Jangan Jual Tanah Adat, Investasikan untuk Masa Depan

Tanah adat bukan sekadar sebidang lahan. Bagi masyarakat adat, tanah merupakan warisan, identitas, sekaligus aset…

5 hours ago