Categories: BERITA UTAMA

Korupsi Dana PON Disinyalir Dilakukan Berjamaah

JAYAPURA – Ahli Hukum Tata Negara, Univeritas Yapis Papua (Uniyap) Najamuddin Gani menilai bahwa upaya Kejati Papua mengungkapkan kasus korupsi dana PON sudah sangat tepat. Pasalnya tidak hanya menyelamatkan uang negara, tapi lebih dari itu menjawab kerinduan masyarakat yang telah lama menanti  siapa saja para pihak yang terlibat dan kapan akan berakhir dengan penegakan hukum.

Terlepas dari pada itu tugas kejati mengungkap kasus tersebut dikatakan belum tuntas mengingat para pelaku harus diproses untuk mendapatkan putusan hukum. Kemudian karena perhelatan PON Papua, melibatkan panitia, sehingga dapat diduga bahwa para pelaku dalam kasus ini dilakukan secara berjemaah atau melibatkan banyak orang.  Ini menjadi tugas besar untuk mengungkapkan semua pelaku korupsi dana PON tersebut.

“Yang paling penting Kejati telah berhasil menggungkapkan tersangka, nantinya dari situ bisa saja berkembang ke tersangka lain,” ujarnya, Senin (9/9).

Lebih lanjut, Kejati diharapkan tidak menjadikan kasus ini sebagai ajang  bisnis atau hanya menghibur masyarakat. Tapi betul betul menegakan hukum, jika memang menemukan bukti bukti, maka para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Gani meyakini masyarakat akan terus mengawal dan mensuport penyidik untuk mengungkap para pihak yang terlibat.

Siapa saja ikan teri termasuk siapa saja ikan kakap yang belum diungkap. “Jangan sekedar mengibur masyarakat, tapi tunjukan kalau Kejati itu betul-betul lembaga penegakan hukum yang dipercaya publik,” tegasnya.

Meski demikian diakui proses pengungkapan para pelaku  dugaan korupsi dana PON tidak mudah. Pasalnya hal tersebut terjadi karena melibatkan banyak pihak ditambah bisa saja pelaku lainnya merupakan orang yang memiliki kewenangan dan kekuasaan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

19 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

20 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

21 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

22 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

23 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

23 hours ago