Ia cukup menyayangkan kunjungan dua menteri itu tanpa bertatap muka atau mendengar cerita-cerita dari masyarakat Nduga, yang selama ini menjadi korban dari konflik bersenjata antara TNI-Porli dan OPM.
“Sangat disayangkan, kunjungan mereka yang menggunakan uang negara namun tidak menemui masyarakat yang selama ini mengungsi akibat konflik yang terjadi di Nduga, justru datang ke Pos Satgas,” ungkapnya.
Harusnya kata Ikabus, dua menteri ini datang melihat keadaan masyarakat terutama mereka yang mengungsi. Menanyakan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat, bukan melakukan pertemuan terututup di Pos Satgas yang menimbulkan tanda tanya.
“Jangan jadikan Papua khususnya Ndugama sebagai objek atau makanan Jakarta, jika datang ke Nduga maka seharusnya temui masyarakat. Sebab masyarakat membutuhkan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan mendorong tak adanya konflik senjata antara TNI-Polri dan OPM,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…