Ia cukup menyayangkan kunjungan dua menteri itu tanpa bertatap muka atau mendengar cerita-cerita dari masyarakat Nduga, yang selama ini menjadi korban dari konflik bersenjata antara TNI-Porli dan OPM.
“Sangat disayangkan, kunjungan mereka yang menggunakan uang negara namun tidak menemui masyarakat yang selama ini mengungsi akibat konflik yang terjadi di Nduga, justru datang ke Pos Satgas,” ungkapnya.
Harusnya kata Ikabus, dua menteri ini datang melihat keadaan masyarakat terutama mereka yang mengungsi. Menanyakan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat, bukan melakukan pertemuan terututup di Pos Satgas yang menimbulkan tanda tanya.
“Jangan jadikan Papua khususnya Ndugama sebagai objek atau makanan Jakarta, jika datang ke Nduga maka seharusnya temui masyarakat. Sebab masyarakat membutuhkan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan mendorong tak adanya konflik senjata antara TNI-Polri dan OPM,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Rustan, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama sehingga pesan ini terus disampaikan kepada masyarakat.…
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (LALA) dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura Semuel…
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan,…
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang…
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.…
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini…