Ia cukup menyayangkan kunjungan dua menteri itu tanpa bertatap muka atau mendengar cerita-cerita dari masyarakat Nduga, yang selama ini menjadi korban dari konflik bersenjata antara TNI-Porli dan OPM.
“Sangat disayangkan, kunjungan mereka yang menggunakan uang negara namun tidak menemui masyarakat yang selama ini mengungsi akibat konflik yang terjadi di Nduga, justru datang ke Pos Satgas,” ungkapnya.
Harusnya kata Ikabus, dua menteri ini datang melihat keadaan masyarakat terutama mereka yang mengungsi. Menanyakan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat, bukan melakukan pertemuan terututup di Pos Satgas yang menimbulkan tanda tanya.
“Jangan jadikan Papua khususnya Ndugama sebagai objek atau makanan Jakarta, jika datang ke Nduga maka seharusnya temui masyarakat. Sebab masyarakat membutuhkan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan mendorong tak adanya konflik senjata antara TNI-Polri dan OPM,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…