Diaritz menambahkan, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan tanpa melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital. “Jangan mudah mengklik tautan mencurigakan, hindari mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, serta jaga kerahasiaan data pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Kerjasama Media Diskominfo Provinsi Papua, Maria Magdalena, menekankan pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kejahatan siber. Ia menyebutkan, Diskominfo Papua secara aktif melakukan sosialisasi terkait penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab, termasuk edukasi mengenai bahaya hoaks dan cara mengidentifikasi informasi yang benar. “Kami terus melakukan edukasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, dalam menangani penyebaran informasi palsu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi menyesatkan. Selain itu, warga diminta untuk tidak membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, maupun dokumen identitas di ruang digital guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (rel/ade)
Cukup banyak warga korban kebakaran yang menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…
Merespon terkait dengan putusan MK tersebut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…
Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…
Ps. Kanit 1 Subdit Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital AKP Muhammad Ridwan, mengataakn bahwa…
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan Apolo Safanpo mengimbau seluruh kader Partai Golkar…