Diaritz menambahkan, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan tanpa melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital. “Jangan mudah mengklik tautan mencurigakan, hindari mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, serta jaga kerahasiaan data pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Kerjasama Media Diskominfo Provinsi Papua, Maria Magdalena, menekankan pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kejahatan siber. Ia menyebutkan, Diskominfo Papua secara aktif melakukan sosialisasi terkait penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab, termasuk edukasi mengenai bahaya hoaks dan cara mengidentifikasi informasi yang benar. “Kami terus melakukan edukasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, dalam menangani penyebaran informasi palsu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi menyesatkan. Selain itu, warga diminta untuk tidak membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, maupun dokumen identitas di ruang digital guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (rel/ade)
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…