Diaritz menambahkan, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan tanpa melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital. “Jangan mudah mengklik tautan mencurigakan, hindari mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, serta jaga kerahasiaan data pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Kerjasama Media Diskominfo Provinsi Papua, Maria Magdalena, menekankan pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kejahatan siber. Ia menyebutkan, Diskominfo Papua secara aktif melakukan sosialisasi terkait penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab, termasuk edukasi mengenai bahaya hoaks dan cara mengidentifikasi informasi yang benar. “Kami terus melakukan edukasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, dalam menangani penyebaran informasi palsu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi menyesatkan. Selain itu, warga diminta untuk tidak membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, maupun dokumen identitas di ruang digital guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (rel/ade)
Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir.…
Selama masa pengabdian, ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 43 kampung yang mencakup tiga wilayah…
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…
Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…
“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…
Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…