Categories: BERITA UTAMA

Terancam KKB Warga Pilih Ekodus Tinggalkan Paro

JAYAPURA – Ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Teroris (KST) pasca pembakaran pesawat Susi Air beberapa hari lalu rupanya ikut dirasakan warga setempat.

Aparat keamanan menyampaikan bahwa ada sejumlah warga Paro yang memilih eksodus meninggalkan Distrik Paro menuju Keneyam. Ini tak lepas dari cara – cara KKB yang keras tidak manusiawi.

Apalagi Distrik Paro merupakan satu basis dari kelompok Egianus Kogoya pimpinan KKB daerah Nduga. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat,  Danpas Brimob III Korbrimob Polri Brigjen. Pol. Gatot Haribowo dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan para pengungsi.

Pangdam Mustafa menyampaikan bahwa pada prinsipnya TNI Polri bekerja atas kepentingan negara. TNI Polri  terus melibatkan para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan tokoh masyarakat beserta pemerintah daerah yang bertujuan hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa manusia yang merupakan aspek kemanusiaan.

“Dalam waktu beberapa hari lalu sampai sekarang kami telah melaksanakan operasi kemanusiaan yaitu menolong saudara-saudara kita yang melaksanakan eskodus dari Paro menuju Kenyam dan mengenai Pesawat Susi Air yang terbakar, terdapat isu-isu yang beredar bahwa ada 15 orang yang diancam oleh Egianus Kagoya, namun semuanya sudah dapat dievakuasi dengan selamat,” beber Mustafa Saleh di Polres Mimika, Jumat (10/2).

Hanya diakui di tengah proses evakuasi warga sipil ini masiha da PR lain yakni bagaimana mencari posisi pilot, Kapt  Philips Marthens yang hingga kini belum ditemukan. Panngdam menduga pilot tersebut kini tengah disandera kelompok Egianus. “Kami masih menelusuri dan  terus melakukan pencarian sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Mayjen Muhammad Saleh Mustafa.

  Sementara itu Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelamatan nyawa manusia, bahwkan sampai berjalan kaki dari wilayah Paro menuju ke Distrik Kenyam.

“Masyarakat yang keluar ini karena takut terancam akibat aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya yaitu dengan membakar pesawat dan diduga juga Egianus Kogoya membawa pilot Pesawat Susi Air,” jelas Danrem 172/PWY.

Kata J.O masyarakat yang dibawa keluar dari Paro ini adalah yang sakit, ada yang tidak kuat berjalan  bahkan ada anak kecil yang sudah kelelahan berjalan sekitar dua hari di hutan. “Sehingga Bapak Bupati meminta bantuan kepada TNI-Polri untuk menyelamatkan mereka sebagai wujud rasa kemanusiaan. Sekali lagi ini tidak ada operasi TNI sebab yang  dilakukan di wilayah Paro adalah bagaimana mengamankan dan menyelamatkan masyarakat lebih dulu,” kata J.O.

Lalu ia membantah jika ada yang menyatakan bahwa keberadaan TNI Polri untuk mengancam membunuh masyarakat dan membuat masyarakat takut dan lari keluar dari Paro. “Semua itu tidak benar. Jika ada pihak-pihak yang menyatakan seperti itu, maka itu adalah upaya provokasi gerombolan KST dan simpatisannya. Demikian pula, selama kepemimpinan bupati kali ini juga tidak ada yang namanya pemerkosaan dan pembunuhan masyarakat sipil,” tegas Danrem.

Jadi jika ada kelompok-kelompok yang menyatakan hal tersebut, maka itulah upaya provokasi dan memutar balikkan fakta menurut Sembiring. “Kami hadir untuk mengamankan warga yang ketakutan dan akan menggandeng para tokoh untuk menyelamatkan sang pilot dan sekali lagi taka da operasi khusus untuk ini,” tutupnya. (ade/rel/wen)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

4 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

5 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

11 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

12 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

13 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

18 hours ago