Categories: BERITA UTAMA

22 Orang Luka-luka, 35 Rumah Babis Terbakar Selama Bentrok

WAMENA-Kodim 1702/Jayawijaya mengerahkan personel untuk membantu Polres Jayawijaya meredam dan mencegah bentrok antarsuku yang terjadi di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya kembali pecah. Berdasar data dari Kodam XVII/Cenderawasih, bentrok terjadi pada Sabtu (8/1) dan Minggu (9/1). Akibatnya seorang warga meninggal dunia.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Arif Budi Situmeang menyampaikan bahwa sampai kemarin (10/1) pihaknya bersama Polres Jayawijaya masih siaga. ”Dan berupaya untuk menghimbau kedua belah pihak untuk menahan diri,” ungkap dia. Dengan begitu diharapkan tidak akan ada lagi korban berjatuhan. Baik korban luka maupun meninggal dunia.

Catatan Kodim 1702/Jayawijaya, selain menyebabkan seorang warga kehilangan nyawa, bentrok antarsuku tersebut juga menyebabkan 22 orang luka-luka. Arif juga menyebut, tidak kurang 35 rumah habis terbakar selama bentrok terjadi. Tidak hanya itu, data yang dia terima mencatat ada empat honai terbakar.

Sementara jumlah kendaraan bermotor yang terbakar sebanyak enam unit. Terdiri atas dua mobil dan empat motor. Untuk mencegah kerugian masyarakat bertambah, personel TNI yang dikerahkan untuk membantu aparat kepolisian masih siaga. Arif menyebut, anak buahnya turut dibantu oleh personal dari Batalyon Infanteri (Yonif) 756/Wimane Sili.

Baik Kodim 1702/Jayawijaya maupun Yonif 756/Wimane Sili masing-masing mengerahkan satu satuan setingkat kompi (SSK). Arif memastikan, pihaknya bersama instansi terkait lainnya di Jayawijaya sudah berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah yang mematik terjadinya bentrok. Koordinasi dilakukan dengan bupati Jayawijaya dan Bupati Lanny Jaya.

Mereka juga telah mengajak semua pihak yang bentrok untuk berdialog. ”Pendekatan  dengan tokoh masyarakat dari masing-masing kelompok yang bertikai juga telah dilakukan,” jelas Arif. ”Para kepala suku dan panglima perang juga sudah diajak untuk meredakan kelompoknya,” tambah dia.

Kepada anak buahnya yang masih siaga di lokasi bentrok, Arif meminta supaya mereka menyekat dan menghalau apabila ada kelompok massa yang hendak kembali bentrok. Mereka juga ditugasi untuk mencegah area bentrok antarsuku tersebut meluas ke titik lainnya di Jayawijaya.

Arif pun menjelaskan kembali, bentrok antarsuku itu pecah akibat masalah keluarga di antara masyarakat Suku Lanny Jaya dan masyarakat Suku Nduga. ”Dipicu oleh dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh masyarakat Lanny Jaya kepada masyarakat Nduga,” imbuhnya. (syn)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

8 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

9 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

9 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

10 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

10 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

11 hours ago