Categories: BERITA UTAMA

Polisi Minta Tak Ada Konvoi Piala Dunia

Pengibaran Bendera Asing Tak Bisa Dikibarkan di Sembarang Tempat

JAYAPURA – Polisi nampaknya  mulai melihat potensi yang kurang mengenakkan dari euforia piala dunia tahun 2022. Meski belum ada yang terlalu menonjol namun dari pengalaman yang sudah-sudah, konvoi tim sepakbola peserta Piala Dunia ini kerap melahirkan persoalan baru di tengah kondusifitas Kota Jayapura. Karenanya polisi sedini mungkin mewarning para penggemar tim piala dunia untuk tidak berlebihan

“Kalau kami evaluasi memang terlihat jelas bahwa akan ada euforia yang berlebihan untuk  piala dunia tahun ini. Pasalnya kemarin moment ini pasca covid jadi suasananya bisa lebih ramai,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon  melalui ponselnya, Rabu (9/11).

Dikatakan dari luapan kegembiraan dengan menyaksikan tim favoritnya bermain biasa dibarengi dengan konvoi dan ini sangat berpotensi mengakibatkan  jatuh korban jiwa atau harta. Langkah antisipatif yang dilakukan polisi kata Victor Mackbon adalah memberikan imbauan kepada seluruh fans atau supporter masing-masing negara untuk tidak melakukan konvoi baik sebelum maupun setelah pertandingan.

“Kami melarang konvoi yang tidak taat dan membuat kegaduhan sepanjang jalan. Ini akan meresahkan pengguna jalan yang lain karena dipastikan akan mengganggu jalur jalan yang dilewati,” tambahnya. Selain soal konvoi, pihaknya juga melakukan pemetaan terkait tempat yang menggelar nonton bareng sebab itu kata Kapolresta juga memiliki berpotensi lahirnya gangguan Kamtibmas.

“Nah polsek harus bisa memprediksi dan memastikan titik nobar. Jika tak ada izin keamaian maka kami akan hadir dan menghentikan kegiatan sebab kami tidak mau ada jatuh korban,” tegasnya. Lalu terkait fatanisme yang berlebihan ini kata Kapolreta pihaknya sempat mendapatkan video proses upacara bendera oleh pendukung salah satu tim sepakbola. Hanya yang ditontonkan adalah  proses upacara dimana dibarengi dengan pengibaran Bendera tim Belanda  kemudian menyanyikan lagu nasionalnya.

Ini kata Kapolresta sudah salah kaprah sebab pengibaran bendera negara asing tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. “Tidak bisa seperti itu, ada aturannya. Kapan bendera asing itu harus dikibarkan ada aturannya,” jelas Mackbon. Ini kata Kapolresta video tersebut diambil di Kloofkam.

“Kami sudah ambil langkah agar jangan disalah artikan. Jangan bergembira tapi meresahkan. Jangan bilang ini bola saja tapi kalau ada persoalan akhirnya kita hanya bilang kasihan. Jadi dari video yang upacara kemarin kami mintai keterangan dan jawaban mereka adalah hanya dibuat seperti seremoni. Kami bilang dulu tidak ada medsos tapi sekarang ada sehingga bisa multi tafsir dan muncul polemik,”  tutup Kapolresta. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

15 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

16 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

16 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

17 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

17 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

18 hours ago