

Tarius Mul, S.Sos ( FOTO: Yewen/Cepos)
JAYAPURA-Anggota Komisi V DPRP Papua, Tarius Mul, S.Sos meminta Jenderal TNI Andika Perkasa untuk dapat menarik kembali pasukan TNI non organik yang ada di wilayah Papua. Pasalnya konflik bersenjata yang selama ini terjadi di Papua tidak terlepas dari pasukan non organik yang ada di Papua.
“Pasukan non organik yang ada di Papua perlu ditarik kembali ke wilayahnya masing-masing. Karena konflik terjadi ini tidak terlepas dari pasukan non organik yang dikirim ke Papua,” ungkap Tarius Mul kepada Cenderawasih Pos, Selasa (9/11).
Menurut politisi Partai Demokrat ini, jika pendekatan militeristik yang diterapkan di Papua, maka justru membuat situasi dan kondisi di Papua tidak akan kondusif. Hal ini lantaran konflik bersenjata yang terjadi selama ini antara TNI-Polri dan TPN-OPM yang membuat warga sipil menjadi korban.
“Di Papua jika mengedepankan pendekatan militeristik tidak akan dapat menyelesaikan konflik yang ada di Papua. Justru sebaliknya konflik akan terus terjadi dan memberikan dampak dan korban bagi warga sipil seperti di Kabupaten Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Yahukimo, Nduga dan daerah lainnya di Papua,” jelasnya.
Oleh karena itu, Tarius menyarankan agar pendekatan humanis perlu dilakukan oleh pihak TNI-Polri, sehingga konflik bersenjata yang ada di Papua dapat diselesaikan dan ke depan tidak terjadi konflik lagi.
“Kami harapkan pendekatan humanis yang harus dilakukan, sehingga tidak boleh lagi ada konflik bersenjata yang justru mengorbankan warga sipil di Papua,” pinta alumnus Fisip Uncen ini.
Tarius berharap, pola pendekatan militeristik yang selama ini diterapkan di Papua harus diubah dengan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat, sehingga konflik bersenjata ini dapat diselesaikan dan tidak terjadi pertumpahan darah lagi terhadap warga sipil ke depannya. (fia/bet/nat)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…