Categories: BERITA UTAMA

Wagup Papsel Tolak PSN!

MERAUKE– Jika salah satu anggota DPRP Papua Selatan Untung Gultom meminta pemerintah untuk meninjau kembali program strategis nasional (PSN) yang akan membuka 2 juta hektar lahan di Merauke, kali ini Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa mengaku secara pribadi sejatinya menolak program strategis nasional tersebut.

‘’Sebenarnya secara pribadi, saya menolak PSN dan saya tidak setuju,’’ tandas Wagub Paskalis Imadawa menjawab pertanyaan media ini, Kamis (8/5).

Penolakan itu kata Paskalis Imadawa karena akan menggusur hutan dan tanah adat orang asli Papua di Papua Selatan. Apalagi program ini masuk tanpa permisi dan izin dari para pemilik hak ulayat.

Sebenarnya lanjut mantan Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua Selatan yang membidangi Pokja Adat itu mengaku pada dasarnya setuju dengan semua pembangunan. Apalagi terkait dengan PSN. Namun yang harus menjadi catatan mendasar, masyarakat adat khususnya masyarakat lokal harus diberdayakan.

‘’Mengapa, karena masyarakat lokal itu merupakan identitas bangsa dan mereka juga sebagai cikal bakal maju mundurnya suatu daerah. Jangan sampai hutannya digusur, masyarakat lokal digeser,’’ katanya.

Iapun meminta kepada pemerintah pusat ketika ada program, seperti PSN agar dikoordikasikan pemerintah daerah baik bupati dan wakil bupati maupun gubernur dan wakil gubernur. Karena menurutnya, gubernur dan wakil gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.

‘’Tugas-tugas perbantuan pemerintah pusat ada di provinsi. Karena itu, sekecil apapun, sebesar apapun program yang dicanangkan pusat harus sepengetahuan kami di provinsi, sehingga nanti kami mensosialisasikan dan menjabarkan itu ke anak-anak daerah yang menjadi obyek sasaran pembangunan itu,’’ tandasnya.
Hal ketiga, bahwa saat ini yang dibutuhkan proses edukasi. Masyarakat harus diberi edukasi.,

‘’Jangan serta merta system top down. Apalagi, saya dengar itu PSN ada masuk pasukan hijau. Ngapain hijau-hijauan begitu. Masyarakat disitu harus diberdayakan begitu. Diberi edukasi dan pendampingan. Boleh turun hijaunya tapi tolong mungkin sampai 6 bulan saja. Karena keran masyarakat diberi edukasi dan pelatihan sehingga pada waktu yang tepat, mereka itu sudah menjadi driver dan mekanik untuk peralatan permesinan itu,’’ terangnya.

Dikatakan, untuk menjadi mekanik paling tidak harus ada program magang. Harus dikirim ke China karena kebanyakan mesin pertanian adalah produk dari China.

‘’Kalau boleh masyarakat lokal itu dikirim ke China, supaya mereka di sana diberi bekal dan setelah pulang ke sini (Papua selatan,red) mereka bisa perbaikan peralatan mesin pertanian yang rusak. Tapi, kalau system proyek, artinya selama proyek berarti ada uang.

Tapi, kalau masa bakti proyek selesai maka kegiatannya juga akan selesai. Dan tadinya mereka babat hutan itu akan kembali menjadi hutan karena tiga hal tadi tidak dijalankan. Jadi tiga hal itu harus diperhatikan permerintah pusat,’’ tandasnya. (ulo/ade)

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago