Categories: BERITA UTAMA

Pemulihan Jadi Fokus Pelaksanaan Pemerintahan di Kabupaten Yahukimo

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH., didampingi istri, Ny. Ani Yahuli dan Wabup Yahukimo, Esau Miram, SIP., didampingi istri Ny. Dorce Miram disambut secara adat saat tiba di Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (5/5). ( FOTO:Humas Pemkab Yahukimo)

JAYAPURA-Setelah dilantik oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., M.Si., di gedung Sasana Bhaktu Praja, Kementerian Dalam negeri, Jakarta, Selasa (4/5) lalu, Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH., dan Esau Miram, SIP., langsung terbang ke Dekai, ibukota Yahukimo. 

Bupati dan Wabup, Didimus Yahuli-Esau Miram, tiba Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (5/5). Keduanya langsung disambut secara adat oleh masyarakat. Setelah itu, keduanya mengikuti ibadah syukur dan kebangunan rohani yang digelar di lapangan eks kantor Bupati Yahukimo. 

Ibadah syukur dan kebangunan rohani ini diadakan dalam rangka mendukung tema Pemulihan Yahukimo. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tanda dimulainya sebuah pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan Bupati Didimus Yahuli, SH., dan Wabup Esau Miram, SIP. 

Dalam ibadah syukur yang diikuti Forkopimda Kabupaten Yahukimo, pejabat di lingkungan Pemkab Yahukimo, anggota DPRD Yahukimo, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan seluruh lapisan masyarakat, juga dinaikkan doa untuk pemulihan dan pencabutan kutuk serta perdamaian dan berkat dari Tuhan. 

Dengan mengusung tema Pemulihan Yahukimo, pada acara syukuran tersebut, Bupati Didimus Yahuli dan Wabup Esau Miram menyampaikan visi dan misi bersama untuk kemanusia yang diterjemahkan dengan pemulihan. 

Tema besar yang diusung Bupati Didimus Yahuli dan Wabup Esau Miram yaitu pemulihan menjadi fokus pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Yahukimo. Pemulihan tersebut di antaranya, pemulihan dari kutuk perang suku, kemiskinan, ekonomi keluarga, kesenjangan sosial, kesehatan dan pemulihan dari berbagai hal yang selama ini menghantui masyarakat Yahukimo. 

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli dalam pidatonya menyampaikan bahwa orang-orang atau masyarakat di Yahukimo harus hidup baik dan hidup berkenan di hadapan Tuhan. Selain itu, juga tumbuh dan berkembang dalam kecerdasan dan kemajuan dan juga kemakmuran. 

“Sehingga indeks prestasi manusia Yahukimo bisa tingkatkan, dan angka kemiskinan bisa turunkan. Angka buta huruf dihilangkan, dan anak-anak cerdas bisa kita majukan lebih banyak lagi,” tegas Bupati Didimus Yahuli dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (9/5). 

“Jadi kesimpulan kami dari syukuran ini yaitu sebagai ibadah terakhir di hadapan Tuhan, terlepas dari ada yang suka maupun tidak suka. Ini bukanlah rencana dari satu gereja. Entah gereja GIDI, GKI, Baptis atau Kemah Injil. Namun ibadah syukur ini merupakan gagasan atau rencana dari Bupati dan Wabup Yahukimo periode 2021-2026,” sambungnya. 

Bupati Didimus Yahuli mengatakan, dirinya bersama Wabup Esau Miram telah mengundang semua orang yang dipandang baik dan bisa berbicara untuk pemulihan yang akan dilakukan di Kabupaten Yahukimo. Orang-orang itu adalah mereka-mereka yang selalu menjaga masyarakat di Yahukimo  dan yang selalu dekat dan hidup dengan masyarakat. 

Mereka menurut Bupati Didimus Yahuli juga merupakan orang-orang yang selama ini mendampingi dirinya dan Wabup Esau Miram,pada masa kampanye Pilkada Serentak 2020 lalu. “Mereka sudah berbicara sebagai tanda kehormatan secara manusia tapi juga penghormatan di hadapan Tuhan untuk mereka layak berbicara di atas panggung ini,” tandasnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Didimus Yahuli dan Wabup Esau Miram, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Yahukimo. Kedua pemimpin ini juga terkagum-kagum dengan antusias ribuan masyarakat yang hadir dalam kegiatan ibadah syukur dan kebaktian kebangunan rohani selama dua hari.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Yahukimo yang luar biasa banyaknya. Mengatur begitu banyak masyarakat dari dua belas suku dan dua belas bahasa ini, bukanlah perkara yang mudah. Namun semua sejuk dan teduh. Manusia tentunya tidak bisa mengendalikan orang sebanyak ini, tapi karena Ros Kudus yang mampu mengendalikan lautan manusia, sehingga bisa saling menghormati dan saling mengasihi satu sama lain,” tambahnya. 

Bupati Didimus Yahuli juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak ekamanan dalam hal ini TNI-Polri dan Satpol PP yang sudah bekerja keras sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan damai. “Kiranya Tuhan akan membalas kepada semua orang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tutupnya. (Humas/nat) 

newsportal

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

1 day ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

1 day ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

1 day ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

1 day ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

1 day ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

1 day ago