

Befa Yigibalom SE. M.Si (FOTO: Dok/Cepos)
JAYAPURA- Ketua Asosiasi Bupati Pegungan Tengah Papua (ABPTP) Befa Yigibalom SE. M.Si mengutuk keras kejadian di Distrik Beoga Kabupaten Puncak yang menewaskan delapan orang pekerja pembangunan tower telekomunikasi yang terjadi pada Rabu (2/3) lalu.
Menurutnya kejadian tersebut sangat tidak terpuji karena menumpahkan darah orang-orang yang yang bekerja untuk membuka keterisolasian Papua namun dibunuh dengan kejam.
“Pokoknya tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang apalagi ini warga sipil ini tindakan biadab, tindakan tidak manusiawi. Itu akan dikutuk oleh Tuhan,” ungkap Befa yang juga merupakan Bupati Lanny Jaya, Rabu (9/3).
Menurutnya jika kelompok yang membunuh tersebut ingin berjuang untuk ideologi kemerdekaan harusnya berhadapan dengan kelompok bersenjata juga seperti TNI-Polri.
“Harusnya berhadapan dengan yang memiliki senjata juga seperti TNI-Polri, masa warga sipil pun dibantai. Disaat darah orang tidak berdosa ditumpahkan itulah kutuk dinyatakan jadi terkutuklah orang yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,” pungkasnya.(gin/nat)
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…