

Befa Yigibalom SE. M.Si (FOTO: Dok/Cepos)
JAYAPURA- Ketua Asosiasi Bupati Pegungan Tengah Papua (ABPTP) Befa Yigibalom SE. M.Si mengutuk keras kejadian di Distrik Beoga Kabupaten Puncak yang menewaskan delapan orang pekerja pembangunan tower telekomunikasi yang terjadi pada Rabu (2/3) lalu.
Menurutnya kejadian tersebut sangat tidak terpuji karena menumpahkan darah orang-orang yang yang bekerja untuk membuka keterisolasian Papua namun dibunuh dengan kejam.
“Pokoknya tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang apalagi ini warga sipil ini tindakan biadab, tindakan tidak manusiawi. Itu akan dikutuk oleh Tuhan,” ungkap Befa yang juga merupakan Bupati Lanny Jaya, Rabu (9/3).
Menurutnya jika kelompok yang membunuh tersebut ingin berjuang untuk ideologi kemerdekaan harusnya berhadapan dengan kelompok bersenjata juga seperti TNI-Polri.
“Harusnya berhadapan dengan yang memiliki senjata juga seperti TNI-Polri, masa warga sipil pun dibantai. Disaat darah orang tidak berdosa ditumpahkan itulah kutuk dinyatakan jadi terkutuklah orang yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,” pungkasnya.(gin/nat)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…