Categories: BERITA UTAMA

Gempa Tektonik Belum Dapat Diprediksi dengan Tepat


JAYAPURA-Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura Petrus Demonsili mengungkapkan, gempabumi tektonik belum dapat diprediksi dengan tepat mengenai waktu dan lokasi gempa.

 Pasalnya, sampai saat ini  belum ada teknologi dan metode yang dapat digunakan memprediksi dengan tepat.
   Namun demikian, perkiraan akan terjadi gempabumi bisa didasarkan pada historical kejadian. Baik yang pernah terjadi di wilayah subduksi/daerah pertemuan antar lempeng, maupun di daerah patahan lokal/sistem pada segmen sesar.
   “Perlu diketahui bahwa untuk wilayah Papua, aktivitas seismik yang banyak menimbulkan gempabumi dengan kekuatan M < 5 SR baik dirasakan maupun tidak memang banyak terjadi di wilayah patahan lokal  Mambramo.
Bahkan beberapa kali terjadi gampabumi dengan kekuatan M>6 SR dan 1 kali kejadian gempa merusak tahun 2019,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (9/2) kemarin.

Terkait hal ini, Petrus menegaskan bahwa gempabumi tektonik sampai saat ini tidak dapat diprediksi dengan tepat. Apalagi sampai dengan prakiraan waktu, tanggal sampai pada jam kejadian. Namun perkiraan periode ulang kejadian gempabumi bisa saja berdasar sejarah kejadian. 

“Adapun daerah kejadian gempabumi terdapat pada wilayah pertemuan antar lempeng/daerah subduksi, dan didaerah patahan lokal.  Untuk aktivitas seismik di daerah patahan lokal/sesar aktif, biasanya ditandai dengan frekuensi kejadian di sekitar area patahan yang ditunjukan dengan peta sebaran sesmisitas,” jelasnya.

  Dikatakan, pihaknya sendiri terus memonitor gempabumi dengan melakukan pemantauan secara real time 1×24 jam.

  Sekedar diketahui,    berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG Pusat ada 8 daerah di wilayah Indonesia yang aktif berpotensi terjadi gempabumi pada bulan    Februari 2020 dan salah satunya di wilayah Papua. Untuk itu, masyarakat tetap diminta waspada dan berhati-hati, khususnya daerah yang memiliki potensi gempabumi.(dil/nat)  

newsportal

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

1 day ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

1 day ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

1 day ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

1 day ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

1 day ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

1 day ago