Categories: BERITA UTAMA

FRP Tolak Dialog Damai yang Digagas Komnas HAM dalam Pertemuan KTT G-20

JAYAPURA – Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua (FRP) menolak dialog damai yang digagas oleh pemerintah Indonesia melalui Komnas HAM RI dan Pertemuan KTT – G 20 di Bali 15 November pekan depan.

Pemimpin aksi demonstrasi damai Front Rakyat Papua dalan orasinya di Perumnas III Waena, dengan dikawal ketat aparat melakukan orasi di putaran, Taksi Waena, Selasa, (8/10) kemarin.

Dalam aksi tersebut massa aksi membawa satu mobil komando, dengan famplet yang bertuliskan ,” No Dialog Komnas HAM RI,” dalan aktifitas demo yang sekitar puluhan orang itu, berlangsung damai, dengan mengutamakan aktifitas umum berjalan seperti biasa.

Mewakili kaum perempuan, Voni Kenelak mengatakan pihaknya sebagai perempuan Papua menolak dialog orang Papua dengan Komnas HAM.

“Kami Orang Papua tidak pernah duduk bersama Jakarta. Pimpinan Orang Papua seperti DPRD, gubernur, dan tokoh lain tahun ini mereka mau dialog Jakarta kami tolak,” katanya. Ia mengatakan yang rakyat Papua hanya mau PBB datang ke Papua, dan pemerintah indonesia dan khususnya Presiden dapat berikan ruang Ke Papua agar PBB bisa masuk,” katanya.

“KTT  G20 dan dialok itu agenda jakarta kami tuntut Kemerdekaan dan Papua adalah Masalah Internasional, bukan masalah lokal,” katanya.

Sementara itu koordinator lapangan Kaitanus Ikinia menanggapi dialog Jakarta-Papua yang dirancang oleh Komnas HAM dan Oknum DPRP, Dewan Gereja, Sesama Pejuang Papua ULMWP tidak aspiratif maka rakyat Papua tolak.  “Karena kami lihat soal Papua ini bukan masalah yang harus diselesaikan di Indonesia tapi sudah jadi anggota dewan PBB.

Sudah ada 108 negara mendesak agar Indonesia bisa buka diri tapi sampai saat ini belum ada respon, Persolan Papua harus di selesaikan dewan HAM PBB  maka Kami tolak Komnas HAM juga tolak KTT G 20 di Bali karena kami melihat KTT akan merugikan orang Papua. Jakarta akan menggadaikan kekayaan alam di Papua dengan negara – negara yang hadir. “Kami akan bertindak tegas terhadap Orang Papua yang terlibat,” katanya. (oel/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

36 minutes ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

2 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

5 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

6 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

7 hours ago

Mini Pameran Pembangunan Sebagai Bukti Nyata Kerja Pemprov Papeg

Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…

8 hours ago