Categories: BERITA UTAMA

Jumlah Pengangguran di Papua Meningkat

BPS Sebut Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian dan Perdagangan Masih Tinggi

JAYAPURA -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua merilis data ketenagakerjaan Februari 2025. Dari perbandingan bulan Februari 2024, yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Papua mencapai 725.300 orang, naik 11,96 ribu orang dibandingkan Februari 2024.

Dari jumlah tersebut, 510.430 orang merupakan Angkatan Kerja (AK), yang terdiri dari 475.110 orang yang bekerja dan 35.310 orang penganggur. “Data BPS juga menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan perdagangan masih tinggi.

Sementara itu, status pekerja utama di Provinsi Papua didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai sebanyak 36,48%, diikuti oleh usaha sendiri 23,05%, dan berusaha dibantu buruh tidak tetap 17,35% serta lainnya,”ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Adriana Helena Carolina, Senin (5/5) lalu.

Dijelaskan, bahwa untuk struktur ketenagakerjaan menandakan jumlah penduduk usia kerja yang terjadi. Satu Angkatan Kerja mencakup penduduk yang bekerja dan mencari kerja, kedua Bukan Angkatan Kerja seperti pelajar, ibu rumah tangga dan lainnya di luar pasar kerja.

Dijelaskan untuk Angkatan Kerja dibagi menjadi dua bagian, penduduk yang bekerja dan penduduk yang menganggur. Di Provinsi Papua jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 475.11 ribu orang menurun sebesar 5.26 ribu orang dibandingkan Februari 2024, sementara itu, jumlah penganggur meningkat menjadi 35.31 ribu orang naik sebesar 5.68 ribu orang.

“Untuk Provinsi Papua per Februari 2025 penduduk usia kerja sebanyak 725.300 orang, naik 11.96 ribu dari tahun sebelumnya sebagian besar merupakan Angkatan Kerja (AK) sebanyak 510.430 naik tipis 0.41 ribu,”imbuhnya.

Sementara bukan Angkatan Kerja berjumlah 214.860 naik cukup besar 11.54 ribu. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Papua meningkat 35.31 ribu orang naik sebesar 5.68 ribu orang

“Untuk status pekerja utama didominasi oleh buruh/Karyawan/pegawai, sebanyak 36. 48 persen, kemudian disusul usaha sendiri 23.05 persen dan berusaha dibantu butuh tidak tetap 17.35 persen,”tandasnya.(dil/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

24 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago