

dr. Aaron Rumainum ( FOTO: Yewen/Cepos)
JAYAPURA – dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, menjelaskan angka kesembuhan meningkat di Papua hal ini sangat dipengaruhi oleh semakin baiknya pengobatan medis di Papua.
“Kalau untuk vaksinasi kita baru bisa melihat dampaknya pada 3 bulan kedepan, jadi kalau saat ini baru penyuntikan, kita belum bisa melihat dampaknya dari vaksin tersebut,” katanya kepada Cenderwasih Pos, Kamis (8/4) kemarin.
Lanjutnya, dampak vaksinasi saat ini belum terlihat, karena angka kematian di Papua juga masih stabil-stabil saja, dimana hampir setiap hari ada pasien yang meninggal.
“Selain itu cakupan vaksinasi Covid 19 di Papua juga belum banyak, jika cakupan vaksin sudah diangka 70 persen maka kita bisa melihat hasil dari dampak vaksin tersebut,” jelasnya.
Diakuinya, untuk penilaian sendiri juga tidak dilihat berdasarkan jumlah kasus, karena jumlah kasus (terkonfirmasi) setap hari pastinya bertambah. yang pihaknya lihat dari dampak vaksin tersebut adalah angka kematiannya.
“Jika angka kematian menurun berarti hasil cakupan vaksin berdampak, misalnya di kota Jayapura angka kematiannya 1,7 persen setelah enam bulan kedepannya setelah divaksinasi apakah ada perubahan tidak, itu yang dapat kita lihat efek dari vaksinasi Covid-19 tersebut,” tambanya. (ana/gin)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…