Categories: BERITA UTAMA

Soal KUHAP Baru, Antara Bangga dan Resah

Menurutnya, tanpa pengawasan yang kuat, proses hukum dapat berjalan tanpa urgensi yang jelas. Karena, siapa pun yang dianggap mengganggu dapat dengan mudah diproses secara hukum. “Sebagai akademisi, saya melihat setiap pembaharuan hukum harusnya membawa semangat perlindungan hak warga negara yang lebih baik, bukan justru sebaliknya. Kita ini negara demokratis, negara hukum siapapun boleh menyampaikan aspirasinya didepan umum selagi memiliki data atau bukti yang kuat terhadap kebijakan pemerintah,” jelas Prof Lefaan.

Lebih lanjut guru besar Uncen itu mengkhawatirkan jangan sampai alat kontrol seperti akademisi, jurnalis, dan bahkan mahasiswa bisa jadi enggan menyampaikan pandangan kritis bukan karena mereka salah, tetapi karena takut terjerat oleh tafsir hukum yang subjektif. Ia menilai rasa takut terhadap jerat hukum dapat membuat warga enggan menyampaikan kritik.

Tegasnya demokrasi membutuhkan ruang aman bagi kritik dan perbedaan pendapat. Menurutnya, demokrasi tidak dapat hidup dalam suasana ketakutan hukum. Ia memandang kondisi tersebut sebagai tanda melemahnya kebebasan sipil.

“Kebebasan kritis harus bisa membedakan, kebebasan kritis mana yang sifatnya positif dan kebebasan kritis mana yang individual atau personal. Jangan semua kebebasan kritis dari masyarakat itu diangap menantang dan dikenai pasal-pasal,” terangnya.

Jelasnya setiap orang berhak untuk mengkeritis undang-undang harus menjamin. Karena itu ia berharap pemerintah tidak mengunakan kekuasaannya untuk menekan kebebasan masyarakat. Menurutnya kedelautan ada di tangan masyarakat. Oleh karena itu apa yang disampaikan masyarakat harus diterima.

Persoalan multitafsir menjadi semakin serius ketika batas antara kritik dan perbuatan pidana tidak didefinisikan secara ketat. Baginya, kaburnya batasan tersebut memberi ruang diskresi yang terlalu luas bagi aparat penegak hukum. Ia menilai kondisi ini membuka peluang penggunaan instrumen pidana secara berlebihan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Gudang Dibobol, 10 Unit Motor Aset PON DicuriGudang Dibobol, 10 Unit Motor Aset PON Dicuri

Gudang Dibobol, 10 Unit Motor Aset PON Dicuri

Kejadian pertama kali diketahui oleh penjaga stadion, Thomas Kurunimanop, saat melakukan pengecekan sekira pukul 05.00…

13 hours ago

Para Pelaku Pembunuhan Sadis di Mimika Dibekuk

Kata Kapolres, penangkapan itu dilakukan pada tanggal 6 Januari 2026. Tiga orang diantaranya ditangkap sebagai…

14 hours ago

Tahun Ini MBG Fokus Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan, hingga akhir tahun ini jumlah penerima manfaat…

15 hours ago

Keberagaman Menjadi Fondasi Kuat Bangun Kota Jayapura

Wali Kota Abisai Rollo menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas tuntunan dan penyertaan-Nya sehingga seluruh…

16 hours ago

Jelang Natal Bersama, Polda Papua Siap Donor Darah dan SIM Gratis

Apel dipimpin oleh Auditor Pol TK. III Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Ramses Sianipar,…

17 hours ago

BGN Sebut Butuh 1.500 Peternak Ayam Petelur Baru pada 2026

Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya menanggapi hal tersebut…

18 hours ago