Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Beri Rekomendasi ke Polda Papua

JAYAPURA- Pada penghujung Mei 2020, warga Papua khususnya di Kabupaten Intan Jaya dihebohkan dengan penembakan dua tenaga medis dimana satu diantaranya gugur sementara satu lainnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire. 

Tak lama kemudian, seorang warga sipil bernama Yunus Sani juga meregang nyawa di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kabupaten Inten Jaya.

Terkait dengan insiden tersebut, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyampaikan rekomendasi kepada Polda Papua.

Dalam konteks hak atas rasa aman dalam prespektif HAM, negara harus memberi jaminan keamnan dan jaminan perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia termasuk di Papua.

Plh. Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Melchior Weruin menyebutkan, dalam rekomendasinya  meminta Polda Papua untuk melakukan upaya penegakan hukum secara persuasif dan para pelaku harus dimintai  pertanggungjawaban. Serta, memberi jaminan keamanan sehingga peristiwa di Intan Jaya tidak terulang lagi.

“Peristiwa ini harus diusut dan dilakukan penyelidikan. Kemudian para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Yang terpenting, harus ada penegakan hukum dan disisi lain harus ada jaminan keamanan hak atas rasa aman keselamatan bagi seluruh warga papua terutama di Intan Jaya,” tegas Melki saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (7/6).

Lanjutnya, jika berbicara siapa yang harus bertanggung jawab atas kasus di Intan Jaya, dalam konteks HAM tetap meminta jaminan itu kepada negara. Karena negara dalam konteks HAM adalah pihak yang dituntut pertanggung jawab untuk memberikan penghormatan  penegakan dan pemenuhan HAM. 

“Namun yang menjadi pertanyaan kami, dimana keseriusan negara memberi jaminan keamanan untuk memastikan seluruh warga negara dalam tatanan kehidupannya itu dijamin keamanannya, dijamin keselamatan jiwa dan keselamatan lainnya. Tidak mendapatkan gangguan dari pihak manapun. Terutama gangguan  yang menyebabkan orang meninggal dunia ada hak hidup yang dilanggar di sana,” paparnya.

Dikatakan, peristiwa Intan Jaya dimana 1 tenaga medis dan 1 warga sipil meninggal dunia serta 1 tenaga medis terluka akibat ditembak harus menjadi pelajaran. Serta tak boleh terjadi lagi di tanah Papua.

Jika dalam pemetaan, Intan Jaya merupakan daerah yang rawan, maka harus ada  upaya yang lebih dari pihak aparat. Terpenting, harus ada perlidungan maksimal terhadap tenaga kemanusiaan dan masyarakat secara keseluruhan.

“Negara harus hadir dan memastikan aktivitas warga negara yang aman. Karena itulah esensi  dari keberadaan negara memberi jaminan  keamanan,” tegasnya.

Melki juga mengutuk setiap peritiswa yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang. Sebab 

apapun alsannya menghilangkan nyawa orang lain adalah suatu yang keji yang tidak berperilaku  kemanusiaan. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

51 minutes ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

51 minutes ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

2 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

3 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

7 hours ago

Wamentan: Indonesia Hentikan Impor Beras

Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…

8 hours ago