Categories: BERITA UTAMA

Tekanan Politik dan Keamanan Masih Menjadi Ancaman Kebebasan Pers di Papua

JAYAPURA-Penutupan peringatan World Press Freedom Day 2026 (WPFD) yang dipusatkan di Jayapura, Selasa (5/5) malam, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran media di Papua. Penutupan tersebut ditandai dengan pembacaan Deklarasi Jayapura yang menegaskan komitmen bersama insan pers, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menjaga kebebasan pers serta mendorong jurnalisme berkualitas di Indonesia, khususnya di Papua.

Deklarasi yang dibacakan oleh Anggota Komite Publisher Rights, Sasmito ditegaskan bahwa kebebasan pers merupakan hak asasi manusia dan fondasi utama demokrasi, perdamaian, serta keadilan sosial. Namun di sisi lain, pers dihadapkan pada tantangan serius, seperti disrupsi digital, tekanan ekonomi, hingga dominasi platform teknologi yang memengaruhi keberlanjutan media.

Kondisi tersebut semakin kompleks di daerah, termasuk Papua, di mana media lokal dan jurnalis masih berada dalam posisi rentan terhadap tekanan ekonomi, politik, dan keamanan. Praktik gugatan hukum terhadap media juga dinilai masih menjadi ancaman nyata yang dapat membatasi kerja jurnalistik dan partisipasi publik. Selain itu, isu kesetaraan gender dalam ekosistem media turut menjadi perhatian. Keterlibatan perempuan dalam ruang redaksi dan pengambilan keputusan dinilai masih terbatas, sehingga perlu didorong untuk menciptakan pers yang lebih inklusif dan adil.

Melalui Deklarasi Jayapura, seluruh pihak berkomitmen memperkuat kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan, serta meningkatkan profesionalisme jurnalisme. Komitmen tersebut juga mencakup implementasi Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 sebagai salah satu upaya menciptakan hubungan yang lebih adil antara media dan platform digital.

Sementara Pemerintah Provinsi Papua menegaskan pelaksanaan WPFD di Jayapura menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap pers yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab. Gubernur Papua dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua, Jeri Agus Yudianto, menyampaikan selama dua hari pelaksanaan, berbagai forum strategis telah digelar.

Kegiatan tersebut meliputi diskusi, dialog publik, hingga kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Seluruh rangkaian kegiatan ini memperkuat komitmen kita bersama terhadap pers yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab,” ujarnya. Menurutnya, tema yang diusung dalam WPFD 2026, yakni “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”, sangat relevan dengan arah pembangunan di Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur: PAD Jangan Ditahan-tahan, Segera Disetor!                  

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…

6 minutes ago

Selain Pakaian Layak Pakai, Kebutuhan Balita Masih Kurang

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…

1 hour ago

Insentif Kader Posyandu Nunggak 6 Bulan

   Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…

2 hours ago

Pemprov Salurkan Tiga Truk Bantuan

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…

3 hours ago

Ribuan Jiwa Terdampak Kebakaran, Pemkot Siapkan Penanganan Terpadu

Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…

4 hours ago

TPP Tiga Bulan ASN Pemprov Papua Cair September ini

  Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…

5 hours ago