Saat menunggu itulah, pemuda yang ditinggalkan tersebut diduga diganggu hingga dianiaya oleh sekelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya di Angkasa Pura. Dan puncaknya pada Selasa tadi malam, korban bersama keluarganya mendatangi Argapura.
Kedatangan mereka memicu emosi dan berujung pada pertikaian antarwarga. Bentrokan pun tidak dapat dihindari dan situasi sempat memanas. Merespons kejadian itu, personel Polresta Jayapura Kota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena massa semakin sulit dikendalikan dan terjadi aksi saling lempar, bahkan ada warga yang membawa senjata tajam sehingga aparat kepolisian terpaksa tembakan peringatan ke udara untuk mengurai massa.
“Sempat ada tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Itu dilakukan untuk mengamankan situasi,” tegas Fredrickus.
Untungnya situasi bisa dikendalikan meski aparat nampak masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah melakukan pencarian terhadap pelaku penganiayaan serta sejumlah barang milik korban yang dilaporkan sempat diambil oleh kelompok pelaku.
“Kami masih fokus mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terutama berkaitan dengan kronologis awal soal pemuda yang menunggu motor tadi,” pungkas Kombes Pol Fredrickus.
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…