

Ekspose kinerja Bidang Sosial, Politik dan Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kominfo, Selasa (6/9) kemarin. (FOTO:) Elfira/Cepos
Miras, Narkoba Jenis Sabu dan Ganja Merupakan Penyakit Masyarakat
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melakukan kegiatan ekspose kinerja Bidang Sosial, Politik dan Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kominfo, Selasa (6/9). Kegiatan tersebut dihadiri beberapa kepala dinas terkait.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua, Musa Isir menyampaikan, Minuman Keras (Miras), narkoba jenis sabu dan ganja merupakan penyakit masyarakat hingga kini.
“Hal hal yang menganggu kondisi stabilitas di daerah kita lakukan kerjasama dengan instansi terkait,” kata Kesbangpol Musa Isir dalam paparannya saat ekspose kinerja Pemerintah Provinsi Papua.
Musa Isir menyebut situasi Kamtibmas Papua terkini tahun 2022 diawali dengan bencana alam embun beku dan hujan es di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya yang menyebabkan masyarakat kekurangan bahan makanan. Namun, Pemrov telah mengatasi hal itu.
Selain itu, aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di beberapa kabupaten yang melakukan beberapa kejahatan.
“Walaupun ada riak riak kecil yang terjadi di Papua, tapi berdasarkan kenyataan kondisi yang kita lihat selama ini teratasi. Seperti kejadian di Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Puncak, Nduga, Yahukimo, Pania dan penembakan nelayan Merauke oleh Tentara PNG,” terangnya.
“Yang lagi ramai saat ini kasus mutilasi terhadap empat warga sipil di Kabupaten Timika yang diduga dilakukan oleh anggota TNI, kasus ini telah mendapat sorotan dan atensi dari panglima TNI dan Komnas HAM untuk segera dilakukan proses hukum yang adil dan transparan,” sambungnya.
Terhadap situasi seperti ini, Musa Isir meminta wartawan bisa menampilkan informasi yang bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Sehingga aktivitas tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu.
Terkait dengan pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan anggota TNI terhadap empat warga sipil di Mimika, Komnas HAM Papua meminta pihak Kepolisian melakukan upaya secara maksimal dalam upaya pencarian dan pengejaran salah satu terduga pelaku yang masih bersatus DPO.
Selain itu Komnas HAM juga meminta agar proses identifikasi jasad korban diumumkan segera sehingga bisa dimakamkan pihak keluarga.
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2022 sekira pukul 21.50 WIT di SP 1 Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika telah terjadi pembunuhan terhadap empat orang masyarakat Nduga yang dilakukan delapan anggota TNI.
Setelah melakukan pembunuhan, semua korban dipotong kepalanya dan kedua kakinya dan dimasukan ke dalam karung. Selanjutnya dibuang di Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. (fia/wen)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…