Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada para dokter dan tenaga medis yang terlibat. Tak berlebihan dikatakan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai organ tubuhnya dan ketika ada yang terganggu maka dokterlah yang akan memeriksa dan mengobati.
Wali Kota menilai antusiasme warga menjadi indikator bahwa program pelayanan kesehatan gratis masih sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Selain layanan medis, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kesehatan melalui talkshow yang diisi oleh sejumlah dokter spesialis. Menurut Wali Kota, hal ini menjadi nilai tambah karena masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan, tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan.
“Bukan hanya pelayanan seperti sunatan massal, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga ada edukasi langsung dari dokter spesialis. Ini tentu sangat luar biasa dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Pemerintah Kota Jayapura, kata dia, siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Pemerintah Kota Jayapura siap mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” tegasnya.
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…