Categories: BERITA UTAMA

PSU Bukan Penyebab Utama Kelesuan Ekonomi di Papua

JAYAPURA – Sebagian pedagang di pasar dan ritel modern di Jayapura belakangan mengeluhkan sepinya pembeli. Pertumbuhan ekonomi yang kebanyakan dari sektor jasa ini khusus di Jayapura atau Papua ikut berimbas. Lesu. Para pengusaha ini mengaku hal ini disebabkan adanya efisiensi anggaran, diperparah lagi dengan adanya pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua yang menyerap uang ratusan miliar.

Skeptisnya, jika tak ada PSU paling tidak uang tersebut masih bisa digunakan untuk perputaran uang di Papua. Terkait ini pemerintah Provinsi Papua, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto menyebut PSU Pilgub Papua bukan penyebab utama dari kelesuan ekonomi.

“Kalau mempengaruhi ruang fiskal Pemprov pastinya iya, namun putusan Mahkamah Konstitusim (MK) tersebut adalah, amanat Undang-undang yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari demokrasi,” kata Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (4/4).

Kata Jeri, diberbagai kesempatan Pj. Gubernur Papua mengingatkan kepada penyelenggara PSU dan badan adhoc lainnya agar mengedepankan prinsip-prinsip efiseinsi dan profesionalitas pada penyelenggaraan PSU Pilgub Papua. Selain itu  kelesuan ekonomi sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat dan  gejolak ekonomi regional atau global.

“Efisensi fiskal pemerintah juga ada relevansinya, tidak hanya di Papua. Melainkan secara  merata di semua daerah, namun masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap tenang dan tetap bekerja seperti biasanya,” ujarnya.

Kata Jeri, perlunya meningkatkan pola konsumsi pangan atau produk UMKM  lokal untuk meningkat perekonomian daerah. Juga memanfaatkan pekerangan untuk tanaman atau ternak  produktif guna menjaga ketahanan pangan. Lebih dari itu sambung Jeri, menjaga konduktifitas. Sehingga pemerintah, Pemda dan semua stakeholder bisa bersama bergandengan tangan mengurai masalah ini dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Adapun upaya yang dilakukan untuk mendorong geliat ekonomi tetap jalan adalah meningkatkan pola konsumsi pangan/produk UMKM lokal untuk meningkat perekonomian daerah, dan juga memanfaatkan pekerangan untuk tanaman dan ternak  produktif guna menjaga ketahanan pangan.

“Lebih dari itu, mengajak semua komponen masyarakat menjaga konduktifitas. Mari bergandengan tangan mengurai masalah ini dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

14 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

15 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

16 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

17 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

18 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

19 hours ago