

Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong saat melakukan sidak di ritel modern pada Selasa (18/3) lalu. Pemprov menyebut PSU bukan penyebab utama dari kelesuan ekonomi di Papua. (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Sebagian pedagang di pasar dan ritel modern di Jayapura belakangan mengeluhkan sepinya pembeli. Pertumbuhan ekonomi yang kebanyakan dari sektor jasa ini khusus di Jayapura atau Papua ikut berimbas. Lesu. Para pengusaha ini mengaku hal ini disebabkan adanya efisiensi anggaran, diperparah lagi dengan adanya pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua yang menyerap uang ratusan miliar.
Skeptisnya, jika tak ada PSU paling tidak uang tersebut masih bisa digunakan untuk perputaran uang di Papua. Terkait ini pemerintah Provinsi Papua, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto menyebut PSU Pilgub Papua bukan penyebab utama dari kelesuan ekonomi.
“Kalau mempengaruhi ruang fiskal Pemprov pastinya iya, namun putusan Mahkamah Konstitusim (MK) tersebut adalah, amanat Undang-undang yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari demokrasi,” kata Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (4/4).
Kata Jeri, diberbagai kesempatan Pj. Gubernur Papua mengingatkan kepada penyelenggara PSU dan badan adhoc lainnya agar mengedepankan prinsip-prinsip efiseinsi dan profesionalitas pada penyelenggaraan PSU Pilgub Papua. Selain itu kelesuan ekonomi sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat dan gejolak ekonomi regional atau global.
“Efisensi fiskal pemerintah juga ada relevansinya, tidak hanya di Papua. Melainkan secara merata di semua daerah, namun masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap tenang dan tetap bekerja seperti biasanya,” ujarnya.
Kata Jeri, perlunya meningkatkan pola konsumsi pangan atau produk UMKM lokal untuk meningkat perekonomian daerah. Juga memanfaatkan pekerangan untuk tanaman atau ternak produktif guna menjaga ketahanan pangan. Lebih dari itu sambung Jeri, menjaga konduktifitas. Sehingga pemerintah, Pemda dan semua stakeholder bisa bersama bergandengan tangan mengurai masalah ini dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Papua.
Adapun upaya yang dilakukan untuk mendorong geliat ekonomi tetap jalan adalah meningkatkan pola konsumsi pangan/produk UMKM lokal untuk meningkat perekonomian daerah, dan juga memanfaatkan pekerangan untuk tanaman dan ternak produktif guna menjaga ketahanan pangan.
“Lebih dari itu, mengajak semua komponen masyarakat menjaga konduktifitas. Mari bergandengan tangan mengurai masalah ini dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…