

JAYAPURA- Pelan namun pasti Persipura mengambil langkah untuk mempersiapkan skuad dalam liga 1 musim 2020. Persipura nampaknya tak perlu terlalu heboh dan gembar gembor soal pemain mana saja yang akan menggunakan kostum merah hitam.
Begitu juga dengan urusan pelatih kepala. Manajemen memberi sinyal bahwa tak perlu ada yang dikhawatirkan karena mesin Persipura terus berputar dalam mempersiapkan skuad. Pihak manajemen sendiri tak ingin terlalu jauh mencampuri urusan pemain. Tentang siapa yang akan bergabung manajemen akan menyetujui.
“Jadi begini, manajemen tidak mengurus pemain, yang mengurusi pemain adalah pelatih. Pelatih yang menentukan posisi mana yang dibutuhkan dan pemain seperti apa yang diinginkan. Tugas kami adalah menyelesaikan administrasi nilai kontrak dari pemain yang diusulkan,” kata Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, melalui ponselnya Senin (6/1).
Sekali lagi soal pemain, pihaknya memberi kebebasan kepada pelatih untuk memilih pemain idamannya. Begitu juga dengan pemain asal Papua yang sebelumnya bermain di klub lain. Jika pelatih meminta, BTM menegaskan akan mengiyakan. Ini termasuk pemain seperti Feri Pahabol, Osvaldo Haay, Ricky Kayame maupun Ruben Sanadi. “Jika Jacksen membutuhkan pemain-pemain ini, kami siap saja. Sebab memang ada pembicaraan saya dengan manager bahwa kami ingin memprioritaskan pemain asal Papua yang masih muda, memiliki skill dan semangat,” tegasnya.
Disini BTM juga menjelaskan soal postingan yang ramai di media sosial terkait rencana hengkangnya gelandang, Immanuel Wanggai. Postingan yang discreenshoot ini berisi pemain nomor 11 tersebut pamit. Ia berdiri diapit pemain seperti Boaz Solossa, Ian Kabes, Tinus Pae dan Richardo Salampessy. Soal ini BTM mengaku belum mengetahui dan belum mendapat laporan langsung dari sang pemain.
“Yang jelas hingga saat ini baru 2 pemain asing yang dilepas. Kami tidak mau menggantung. Sebab mereka juga perlu kejelasan biar mudah mencari klub baru. Soal Immanuel Wanggai hingga kini belum ada komunikasi. Manu belum pernah datang pamit, mungkin dengan manajer, media officer atau siapa tapi dengan saya belum. Biasanya pemain lain datang ke rumah dan ngobrol dan sampai saat ini kami tidak tahu,” sambungnya.
Disinggung soal anggaran yang dibutuhkan untuk mengarungi satu musim, BTM menyebutkan, Mutiara Hitam julukan Persipura membutuhkan jumlah yang sama seperti musim lalu yakni Rp 35 miliar.
Hanya untungnya pihak Bank Papua serta Freeport menurut BTM menyatakan siap mendukung Persipura di tahun 2020 dan tahun 2021. Untuk itu, manajemen tinggal mencari dukungan dari sumber lain. “Itu sangat sangat membantu meski kami perlu mencari sponsor nasional untuk mencapai Rp 35 miliar tadi. Lalu target kami setiap tahun juara dan bukan memperbaiki peringkat,” tegasnya. (ade/dil/nat)
Wakil Papua, Persiker Keerom bergabung di grup K bersama Celebest FC, Perslotim Lombok Timur dan…
Bima Ragil mengatakan, dirinya hanya berada sekitar dua hari di Jombang sebelum kembali melanjutkan aktivitas…
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, fokus mengoptimalkan pelayanan 3B yang mencakup ibu…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa,…
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja…
‘’Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut lebih bisa dipertanggung jawabkan ketimbang Pertamini. Pertamini ini…