Categories: BERITA UTAMA

Abaikan Prokes, Kasus Covid-19 Diprediksi Terus Naik

JAYAPURA-Angka kasus Covid-19 di Kota Jayapura terus bergerak naik. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Jayapura, Kamis (5/8), tercatat 63 orang yang dirawat baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Angka ini menurut Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., diprediksi akan terus naik apabila warga di Kota Jayapura tidak patuh dan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).

“Saya mengajak  semua masyarakat Kota Jayapura dan para siswa juga guru untuk tetap jaga prokes di sekolah dan aktivitas harian, karena virus itu ternyata masih ada,” ungkap Wali Kota Frans Pekey usai pembukaan turnamen bola basket tingkat SMA/sedrajat dan umum yang digelar Ikatan Alumni Teruna Bakthi dan Pengurus Teruna Bakti Basketball Club (TBBC) di SMA YPPK Taruna Bakti, Jumat, (5/8).

Sebelumnya menurut Frans Pekey, kasus Covid-19 di Kota Jayapura 0 persen. Namun dalam dua bulan ini kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan.

“Beberapa bulan lalu kasus 0% di Jayapura, tapi dalam dua bulan muncul lagi kasus baru dan jumlah sudah 63 orang. Setiap hari naik terus dan ini memberikan warning bagi kita bahwa virus itu masih ada,” ujarnya.

Frans Pekey mengakui bahwa  dalam kondisi seperti ini selain terus melakukan penanggulangan penyebaran Covid-19, Pemkot Jayapura juga tetap mempersiapkan dana bantuan tak terduga. Pasalnya hal ini penting sebagai persiapan Pemkot Jayapura.

 “Kami Pemkot Jayapura akan melakukan rapat evaluasi usai peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kota Jayapura. Nanti ada kebijakan yag diambil, baik itu penerapan jam aktivitas pelaku usaha dan masyarakat maupun proses belajar tatap muka apakah masih bisa dilakukan atau tidak. Termasuk untuk pelaksanaan ibadah di tempat ibadah apakah dibatasi atau tidak? Demikian pula warga yang keluar masuk ke Kota Jayapura. Pemkot tetap mempersiapkan dana bantuan tak terduga dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 ketiga,” tutupnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengakui, kasus Covid-19 Kota Jayapura bisa terus mengalami kenaikkan jika masyarakat tidak taat Prokes. Karena penyebaran tidak hanya dari luar Papua tapi daerah kabupaten di Papua atau penyebaran atau transmisi lokal juga sudah ada. Sementara jika ada yang terkena kemudian datang ke Kota Jayapura tentu ini akan semakin menambah lonjakan kasus Covid-19 di Kota Jayapura,” bebernya.

Untuk itu, diharapkan bagi masyarakat yang mau datang ke kota Jayapura sebaiknya harus bisa memeriksakan diri, minimal rapid antigen supaya tahu apakah reaktif atau tidak.

“Termasuk bagi yang sakit, flu batuk dan nyeri tenggorokan sebaiknya memeriksakan diri ke Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan. Karena hanya dengan memeriksakan diri tentu akan mengetahui gejala yang dialami,” tuturnya.

Menurut dr. Sri Antari, jika warga terpapar virus Covid-19 dengan gejala ringan tentunya bisa melakukan isolasi Mandiri di rumah. Namun jika memang dirasa dibutuhkan perawatan di rumah sakit diharapkan bisa dirawat di rumah sakit karena rumah sakit juga tetap melayani perawatan pasien Covid- 19 seperti di RS Provita Jayapura.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyediakan obat dalam perawatan saat warga terkena Covid walaupun isolasi Mandiri di menghubungi atau meminta di Puskesmas terdekat.

Sementara itu ahli Epidomologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih, Dr. Hasmi, S. KM., M.Kes., mengatakan hal utama untuk menangkal penyebaran virus Covid-19 adalah dengan meningkatkan cakupan vaksinasi. Sebab ahli epidemologi yang juga dosen FKM Uncen Jayapura mengatakan, vaksinasi merupakan upaya yang paling tepat mengatasi penyebaran virus Covid-19.

“Memang kendala utama bagi kita yang di Kota Jayapura adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan vaksinasi. Bayangkan cakupan vaksinasi di Kota Jayapura sampai saat ini  masih di 35 persen. Berarti hal ini sangat rendah dari target umum,” ujar Ahli Epidemologi itu kepada wartawan, Jumat (5/8).

Dikatakannya upaya yang perlu diperketatkan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini kesadaran masyarakat untuk mengurangi interaksi dengan mengumpulkan banyak orang. Sebab menurut dia jika hal ini masih dianggap enteng, maka besar kemungkinan penyebaran Covid 19 claster baru ini akan semakin parah.

Diapun mengungkapkan walaupun efek dari pada virus covid 19 claster baru ini tidak terlu berat, namun persoalannya di masyarakat, ada masyarakat yang nilai rentan terkena virus, yang jika terkena covid  mengalami komorbid. Yang mana efek bagi orang yang mengalami komorbid sangat tinggi, untuk itu sangat diharapkan  kesadaran masyarakat dalam mengatasi perosalan ini.

“Pada intinya melihat tren kasus covid ini sangat tinggi, maka diharapkan, jangan pernah bergantung pada pemerintah, tapi kesadaran masyarakat paling penting, untuk vaksinasi, prokses dan juga menjaga daya  tahan tubuh dengan olahan makanan bergisi, hal ini yang paling penting,” ujarnya. (oel/dil/rel/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago