Categories: BERITA UTAMA

AG Belum Diperiksa, Karena Tuduhan Tak Sesuai Fakta

ILUSTRASI

JAYAPURA-Kasus dugaan pemerkosaan yang diduga melibatkan oknum pejabat Pemprov Papua berinisial AG terus bergulir.  Ibu korban telah menunjuk Pieter Ell, SH., MH., sebagai kuasa hukum.

Sementara terlapor AG juga menggunakan empat kuasa hukum yakni Drs. Aloysius Renwarin, SH, MH, Dr. Stefanus Roy Rening, SH.MH, Yustinus Butu, SH,MH, dan Relika Tambunan, SH. Hanya saja info terakhir Rabu (5/2) kemarin ternyata AG belum dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. 

 Kuasa hukum AG, Dr. Stefanus Roy Rening, SH., MH menyatakan belum diperiksa karena tuduhan tersebut tak sesuai fakta. Ia menyatakan tak ada perbuatan pemerkosaan, termasuk membius korban. Ia juga meminta publik tidak banyak berspekulasi terkait kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. 

 “Sampai saat ini AG belum dilakukan pemeriksaan, bagaimana mau diperiksa jika tuduhannya semua tak terbukti. Kalau ketemu ia tapi tidak ada seperti yang dituduhkan, itu rekayasa semua,” kata Stefanus kepada Cenderawasih Pos melalui ponselnya, Rabu (5/2) kemarin. 

 Kata Stefanus hubungan AG dan keluarga korban bukan baru melainkan sudah lama. Semua saling kenal karena orang tua korban juga yang menjadi saksi pernikahan AG. Dan pertemuan antara AG dengan korban di salah satu hotel karena AG pernah berjanji akan memberikan korban uang jika ke Jakarta. Selain itu, pertemuan saat itu korban masih menggunakan pakaian sekolah ini, juga tak berlangsung lama.  

 “Sekali lagi, tak ada seperti yang dituduhkan. Saya tidak tahu ada motif untuk menyampaikan ke publik seperti itu. Apakah ada kaitan politik atau seperti apa yang jelas setelah bertemu tidak lama korban pulang pakai ojek dan itu ada fotonya,” bebernya. 

Korban menyampaikan jangan memberikan uang itu kepada sang ibu (lewat transfer) karena bisa jadi uangnya tak sampai kepada dia sehingga uang diberikan secara langsung. “Antara korban dengan AG itu hubungannya baik, AG dipanggil tete oleh dia. Tak ada namanya pemerkosaan apalagi pembiusan. Silakan dicek apakah ada sperma, ada yang sobek atau tanda-tanda kekerasan fisik termasuk apakah korban dibius,” tegasnya. 

 Disini ia juga tak mau terlalu   jauh mengomentari soal pernyataan Veronika Koman yang ikut ambil bagian dalam kasus AG. “Untuk Veronika Koman, saya sendiri tidak tahu dia dimana dan dia tidak ada hubungannya dengan kasus ini sehingga saya malas mengomentari. Yang jelas dia tidak tahu persis kasus ini tapi bicara sehingga buat apa saja komentari,” pungkasnya.  

Informasi terkini posisi AG dua hari terakhir diketahui masih berada di Jakarta namun belum memberikan keterangan  kepada pihak kepolisian. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

8 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

11 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

13 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

14 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

15 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

16 hours ago