Categories: BERITA UTAMA

Noken Jadi Kebanggaan yang Tak Terawat

JAYAPURA – Moment hari noken pada hari ini (4/12) sepatutnya menjadi momentum bagaimana bisa menunbuhkan kembali bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal sebagai cara menghadapi krisis lingkungan global dan keluhan akan krisis budaya. Kegiatan menyambut hari noken ini digelar dengan sejumlah kegiatan. Selain penerbitan buku, perayaaan ini akan diisi dengan diskusi dan kunjungan ke beberapa tempat pembuatan noken.

Penggagas Noken Papua di Unesco, Titus Pekei

Penganggas Noken Unesco Titus Pekei, mengatakan, hari Ulang Tahun Noken Unesco perlu terus dirayakan, untuk mengingatkan masyarakat Papua akan nilai warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Dengan terus merayakan setidaknya mengingatkan masyarakat untuk selalu mencintai noken dan memberi tempat bagi kehidupan bagi para perajutnya.

“Memang kalau kita lihat dari tahun ke tahun, perhatian terhadap noken semakin menurun. Jangankan merayakan ulang tahun, event-event yang melibatkan pengiat noken pun semakin tidak lagi digelar,” kata Titus Pekei kepada Cenderawasih Pos pekan kemarin.

Menurut Titus Pekei, hari warisan budaya noken dunia merupakan momentum pemajuan kebudayaan yang berasaskan toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif dan keberlanjutan.

“Saat ini kita menghadapi krisis iklim global, dan kita sering mengeluh tentang krisis nilai budaya berhadapan dengan perubahan masyarakat, tapi kita lupa untuk terus merayakan apa yang kita miliki dan sudah teruji dalam cara masyarakat menghadapi perubahan,” kata Penulis buku Cermin Noken Papua ini.

Dia meminta agar masyarakat terus menggali nilai-nilai noken, karena dengan itu, masyarakat akan memiliki pegangan di tengah perubahan yang semakin cepat ini.

“Setiap kebudayaan tentu memiliki kearifannya sendiri. Masyarakat Papua juga demikian. Tanah bumi dan air yang ada di Papua telah dihidupi masyarakat Papua secara asri secara turun temurun. Karena itu, memperhatikan dan menghargai masyarakat dari kearifan lokal yang dipunyai, merupakan cara menghargai diri kita sendiri di mana pun kita berada,” tutupnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

“Jangan Cuma Omon-Omon, Prabowo Harus Ambil Langkah Konkret Soal Karhutla”

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…

12 hours ago

Dinkes Jayawijaya Keluarkan Edaran kepada Masyarakat Terkait penggunaan Masker

Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…

16 hours ago

6 Hektare Lahan di Distrik Wesaput Terbakar, Ada Unsur Kesengajaan?

Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…

17 hours ago

Stok Beras Menipis, Bulog Merauke Datangkan 5.000 Ton

Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan,  dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…

18 hours ago

Polres Mimika dan Nabire Diusulkan Naik Status Jadi Polresta

Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…

19 hours ago

Jalur Laut Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan

   Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto,  mengungkapkan bahwa  penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…

20 hours ago