

Tim Basarnas saat menyerahkan potongan tubuh korban yang ditemukan diantara puing-puing rumah warga pasca ledakan Selasa (2/6) (FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN)
JAYAPURA -Ledakan dahsyat di Kampung Yenures Biak Kota Provinsi Papua yang menewaskan 5 orang Minggu (31/5) diduga berasal dari bom sisa peninggalan perang dunia II. Mengapa sampai saat ini Biak masih banyak ditemukan bom bekas peninggalan perang dunia II?. Informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos dari berbagai sumber menyebut bahwa banyaknya bom, mortir, dan sisa amunisi yang ditemukan hingga saat ini merupakan material perang yang gagal meledak (unexploded ordnance) pada masa pertempuran Jepang versus sekutu falam hal ini pimpinan Amerika Serikat.
Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang ditemukan di perairan Biak Numfor. Hal ini menandakan bahwa posisi Biak merupakan tempat yang sangat strategis sebagai pangkalan militer utama dan pusat pertahanan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II yang kemudian digempur habis-habisan oleh Pasukan Sekutu di bawah komando Amerika Serikat pada tahun 1944.
Pusat Pertahanan Jepang Pada awal pendudukan tahun 1942, Jepang mendaratkan puluhan ribu pasukannya di Biak. Karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik, Biak disulap menjadi benteng pertahanan utama, pusat logistik, dan pangkalan udara untuk wilayah Pasifik. Pertempuran Biak (Biak Battle) Pulau Biak menjadi medan pertempuran sengit (dikenal sebagai Biak Battle) antara serdadu Jepang dan Pasukan Sekutu (Amerika Serikat dan Australia) yang ingin merebut kembali wilayah tersebut.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…
Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…
Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…
Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…
Kuasa Hukum PT Putra Baliem Mandiri Chairul Fahru Siregar, mengakui telah mengajukan gugatan di pemda…