Categories: BERITA UTAMA

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Ketiga, mengadopsi resolusi yang mewajibkan Indonesia membuka akses penuh bagi jurnalis internasional, pemantau HAM, dan organisasi kemanusiaan ke seluruh wilayah Papua tanpa syarat. Keempat, menerapkan mekanisme tekanan diplomatik dan sanksi internasional jika Indonesia terus menolak kewajiban hukumnya berdasarkan Piagam PBB.

Lalu untuk Mahkamah Internasional perlu segera mengeluarkan Advisory Opinion mengenai status hukum West Papua berdasarkan prinsip self-determination dalam hukum internasional kemudian menyatakan secara resmi bahwa Pepera 1969 tidak memenuhi standar minimum hukum internasional dan tidak dapat dijadikan dasar legitimasi kedaulatan Indonesia atas West Papua.

KNPB menutup seruan nasional ini dengan pernyataan yang lahir bukan dari keputusasaan, melainkan dari keyakinan yang dibangun di atas enam dekade perlawanan, pengorbanan, dan harapan bangsa Papua: “Enam puluh tiga tahun mereka mencoba membungkam kami. Enam puluh tiga tahun kami terus berbicara. Senjata bisa membunuh tubuh. Tapi senjata tidak bisa membunuh kebenaran. Senjata tidak bisa membunuh sejarah. Senjata tidak bisa membunuh hak,” tutup Agus.

Sementara agenda seminar nasional yang awalnya akan dilakukan di kesusteran Perumnas III pagi kemarin mendadak dibatalkan. Pihak panitia menyatakan ada pihak yang mengintervensi dan membooking lokasi kegiatan sehingga kegiatan tersebut dialihkan ke Sekretariat KNPB di Kampwolker. Dalam seminar ini beberapa sosok dihadirkan semisal Hakim Bahabol pereakilan New Guinea Raad, lalu Pdt Benny Giay, praktisi hukum Gustaf Kawer SH dan Edison Waromi.(ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Keluarga Pelaku dan Korban Sepakat Serahkan ke PolisiKeluarga Pelaku dan Korban Sepakat Serahkan ke Polisi

Keluarga Pelaku dan Korban Sepakat Serahkan ke Polisi

Kapolres mengatakan, aktivitas masyarakat di Kota Agats telah kembali berjalan normal. Kegiatan perekonomian, pelayanan publik,…

14 hours ago

Wali Kota: Sikapi Keluhan Warga, Tak Boleh Ada Ancaman!

  Dalam sidak tersebut, Wali Kota menerima laporan dari warga yang mengaku mendapat ancaman dari…

15 hours ago

​Drainase Tersumbat, Banjir Meluap di Pasar Youtefa

  Kawasan Pasar Induk Youtefa yang berada di Distrik Abepura menjadi salah satu titik terdampak…

16 hours ago

Tiga Kabupaten Terkendala Penilaian Ketahanan Bencana

  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Robert L.N. Awi mengatakan, dari sembilan kabupaten/kota…

17 hours ago

Pengendara Motor Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Penyidik Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Muara Tami masih menyelidiki kasus kecelakaan…

18 hours ago

Nilai Toleransi Penting Ditanamkan di Bangku Sekolah

  Menurut Abisai, Kota Jayapura merupakan daerah yang memiliki keberagaman masyarakat, baik dari sisi suku,…

21 hours ago