Categories: BERITA UTAMA

Ungkap Kasus Penembakan, Polisi Lakukan Pendekatan Terhadap Korban

Kombes Pol AM Kamal ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengaku pengungkapan insiden penembakan yang mengakibatkan satu warga sipil bernama Yulius Mote (18) tewas tertembak dan Melianus Dogopia (18) yang masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Nabire serta pembakaran Polsek Tigi yang terjadi pada 21 Mei lalu masih terkendala.

Menurut Kamal, terkendalanya pengungkapan kasus insiden di Wagete, Kabupaten Deiyai lantaran minimnya barang bukti yang didapatkan anggota di lapangan.“Untuk mengungkap suatu kasus, perlu adanya barang bukti yang jelas,” ucap Kamal di Mapolda Papua, Sabtu (1/6).

Pengungkapan kasus Deiyai kata Kamal harus terbuka dan transparan. Mengungkap kasus Deiyai menurutnya tentu tidak terlepas dari rangkaian peristiwa mulai dari pemalakan mobil, pembakaran Polsek Tigi, penembakan hingga menewaskan 1 warga sipil, pembakaran ruko hingga kejadian pemerkosaan. 

Dikatakan, terkait kasus Deiyai pihak Kepolisian masih melakukan upaya pendekatan terhadap keluarga korban yang meninggal dunia serta masyarakat yang ada di Deiyai baik itu yang melakukan pembakaran, pemerkosaaan hingga pemalakan.

“Pendekatan yang kami lakukan agar dalam pengungkapan kasus ini bisa terbuka, bagaimana permasalahan ini bisa terkuak secara transparan jika masih ada yang ditutupi dari masyarakat terutama keluarga korban sendiri,” terangnya.

Tim Polda Papua bersama Komnas HAM menurut Kamal telah datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna membantu permasalahan yang ada di sana, menyelesaiakan kasus ini dan klarifikasi.

Terkait dengan korban dugaan pemerkosaan terhadap dua ibu dan satu anak dibawah umur menurut Kalam sudah dilakukan visum dan telah dimintai keterangan terhadap 3 korban yang mengalami kasus pemerkosaan tersebut.

“Insiden di Deiyai semuanya harus transparan agar kasus ini bisa terungkap, karena masalah ini bukan masalah perorangan melainkan masalah bersama,” ungkap Kamal.

Sebelumnya dalam insiden Deiyai Tim dari Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua telah memintai keterangan terhadap 30 personel oleh penyidik Propam Polda Papua terdiri 6 anggota Polsek Tigi dan 24 anggota Polres Paniai. 

Enam anggota ini yang bertugas melaksanakan upaya hukum saat terjadi kasus pemalakan hingga terjadinya pembakaran Markas Polsek Tigi, sementara 24 anggota Polres Paniai yang diterjunkan ke Deiyai beberapa jam pasca pembakaran Markas Polsek Tigi oleh sekitar 50 warga. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkot ​Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM Lintas Daerah

   Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…

1 hour ago

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

1 day ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

1 day ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

1 day ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

1 day ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

1 day ago