Categories: BERITA UTAMA

Waspada! Wilayah Jayapura  Masuk Puncak Musim Hujan

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Ezri Ronsumbre,S.Si., saat menunjukkan perkembangan prakiran cuaca di layer monitor BMKG Wilayah  V Jayapura, baru-baru ini. ( FOTO: Esri For Cepos)


JAYAPURA-Saat ini wilayah zona musim (ZOM) 341 meliputi Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura bagian timur laut serta Kabupaten Keerom bagian Utara berada dalam periode puncak musim hujan. 

Puncak musim hujan ditandai dengan meningkatnya frekuensi kejadian hujan dan intensitas hujan.  Hal ini dikatakan Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah V, Tato Agustinus, S.Si melalui Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa, Ezri Ronsumbre, S.Si, Selasa (2/2) kemarin.

Dikatakan, berdasarkan data bulan Januari 2021, curah hujan untuk daerah Jayapura dan sekitarnya masih rendah daripada kondisi normalnya (bawah normal). Namun berdasarkan data terakhir dalam dua hari ini terakhir curah hujan untuk daerah Jayapura dan sekitarnya sudah mulai meningkat. Hal ini dilihat dari hujan yang diakumulasi dari tanggal 1 dan 2 februari. Dimana untuk wilayah Sentani 61 mm/hari, Dok II Jayapura 71 mm/hari dan Genyem yang tertinggi yaitu 108 mm / hari.
 “Hal ini perlu kita waspadai bersama mengingat Kota Jayapura dan sekitarnya sudah masuk pada periode musim hujan hingga Maret 2021. Dimana pada periode bulan tersebut sudah normalnya Jayapura mengalami peningkatan curah hujan dan perlu diwaspadai daerah yang rawan terjadi banjir seperti komplek SMAN 4 Entrop, Polimak, Dok II,  Perum Organda, dan lainnya termasuk daerah rawan longsor,” ungkap Ezri Ronsumbre.

Menurut Ezri Ronsumbre, untuk satu pekan ke depan, tanggal 3 sampai dengan 5 Februari 2021, kondisi cuaca di Kota Jayapura dan sekitarnya diprakirakan umumnya berawan hingga hujan ringan. Terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. 

Sementara untuk tanggal 6 sampai dengan 8 Februari 2021, kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan hingga hujan lokal, berpotensi hujan dengan  intensitas ringan hingga sedang.
Berdasarkan catatan historical kejadian bencana hidrometeorologi di Kota Jayapura dan sekitarnya, menunjukkan bencana seperti banjir, tanah longsor dan lain-lain banyak terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret. Hal ini disebabkan karena puncak musim hujan terjadi pada bulan-bulan tersebut.

Menurut Ezri Ronsumbre, pada periode ini, frekuensi kejadian hujan lebat cenderung meningkat. “Kami mengimbau masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan selama periode puncak musim penghujan. Kenali lingkungan tempat tinggal, ketahui potensi bencana apa yang dapat terjadi apabila terjadi hujan dengan intensitas lebat di wilayah masing-masing dan perlu mengantisipasi dan ketahui hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi hujan lebat,”jelasnya.
 Selain itu,   masyarakat diminta lebih memperhatikan saluran air atau drainase serta pohon tinggi di sekitarnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang dan tidak menebang pohon sembarang agar lingkungan tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai daerah resapan. 

Pasalnya, penurunan daya dukung lingkungan dan alih fungsi lahan merupakan salah satu penyebab bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan sebagainya. Untuk masyarakat yang bertempat tinggi di wilayah bantaran sungai ataupun kaki gunung/perbukitan agar juga dapat meningkatkan kewaspadaannya akan potensi banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang, dan lain-lain.

“Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperbaharui informasi cuaca melalui media sosial Info BMKG Papua (Facebook, twitter, Intstagram, Whatsapp, Telegram), aplikasi Info BMKG, atau dapat menghubungi UPT BMKG terdekat. Informasi prakiraan hujan bulanan hingga peringatan dini cuaca ekstrim secara rutin kami sampaikan juga kepada stakeholder terkait agar dapat mengambil langkah-langkah mitigasi apabila terjadi bencana,” tutupnya.(dil/nat)

newsportal

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

3 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

4 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

5 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

10 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

11 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

12 hours ago