

Rustan Saru (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura akhirnya mengevaluasi kondisi pandemi dalam waktu beberapa minggu terakhir.
Angka warga yang terpapar mulai melandai dan jumlah warga yang divaksin juga telah mendekati 70 persen termasuk status PPKM yang kini turun menjadi level II. Catatan-catatan ini membuat pemerintah mengagendakan untuk membuka kelas. Maksudnya adalah proses belajar mengajar yang dulu dilakukan secara online atau virtual, kini boleh dilakukan dengan tatap muka.
Namun Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., menegaskan bahwa proses belajar tatap muka ini bisa dilakukan asal dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Ini dimulai dengan isi ruangan yang diberi batas maksimal peserta belajar, para guru yang wajib sudah divaksin, tak ada salam – salaman dan tak boleh ada jajan atau jualan.
“Hasil rapat tadi (kemarin), bulan Oktober ini kami akan membuka proses belajar mengajar dengan tatap muka. Nanti kami atur regulasinya, berapa jam belajar, berapa jumlah yang hadir dan bagaimana protokol kesehatannya. Kemudian di lokasi sekolah tak boleh ada jualan jajan dan kantin untuk sementara ditutup,” tegas Rustan di sela-sela penutupan Festival Port Numbay, di Holtekamp, Kamis (30/9).
Ia juga menyebut bahwa lokasi sekolah juga akan rutin dilakukan penyemprotan usai belajar agar memastikan lokasi sekolah menjadi satu titik yang aman untuk dilakukannya belajar mengajar.
Di sini Rustan juga meminta dukungan dari orang tua dan para guru untuk bisa menjalankan semua aturan main. “Guru serta Dinas P dan K bisa ikut mengawasi. Sebab kami juga tak mau sekolah justru menjadi klaster baru bagi anak didik. Ini harus dikawal,” jelasnya.
Untuk kapan waktu akan dibuka belajar tatap muka, pihaknya akan melihat apakah sekolah dibuka setelah PON atau jelang PON. Sebab dipastikan jika sekolah dibuka dan PON berjalan maka peluang kemacetan akan lebih besar.
“Tapi lokasi seperti di Muara Tami dan sekitarnya kami pikir ini bisa dibuka. Sebab tak ada arus kendaraan PON yang menuju lokasi tersebut,” pungkasnya.(ade/gr/nat)
Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…