

Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Peduli dengan tema penyerahan bantuan anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu Keluarga Polri yang terdampak Covid 19 dari pengurus pusat di Aula Bhayangkari PD Papua Dok V Atas, Jumat (24/12). (FOTO: Humas )
JAYAPURA – Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Peduli dengan tema penyerahan bantuan anak yatim, piatu dan yatim piatu keluarga Polri yang terdampak Covid 19 dari pengurus Pusat di Aula Bhayangkari PD Papua Dok V Atas, Jumat (24/12).
Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Papua , Ny. Eva Mathius Fakhiri mengatakan, kegiatan Bhayangkari Peduli dari Bhayangkari Pusat ini untuk anak yatim dan anak yatim piatu untuk keluarga Polri yang terdampak Covid-19.
“Terimakasih pada anak-anak, bapak ibu dan keluarga besar Polri yang hadir meluangkan waktunya pada kegiatan hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih pada panitia, sehingga dapat terlaksana kegiatan ini,” kata Ny Eva.
Lanjutnya, bantuan ini adalah bantuan dari pengurus pusat yaitu Ketua Umum Bhayangkari, mudah- mudahan apa yang diberikan dari Bhayangkari dapat bermanfaat untuk anak- anak keluarga besar Polri Polda Papua.
Adapun penyerahan bantuan anak yatim, piatu dan yatim piatu keluarga Polri yang terdampak Covid 19 dari pengurus pusat ini diberikan kepada mereka, dimana salah satu orang tua atau kedua orang tua meninggal dunia dikarenakan oleh Covid-19 dan masih berada di usia sekolah atau tidak lebih dari 22 tahun. “Bantuan diberikan kepada 29 anak dengan jumlah bantuan sebesar Rp 40 juta,” pungkasnya. (fia/ary)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…