Categories: PARIWARA

18.000 Capaian Vaksinasi Belum Sampai ke Pusat 

WAMENA— Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya memastikan ada selisih data vaksinasi yang belum diupload  ke Kementrian Kesehatan sebanyak 18.000 warga. Kondisi ini yang membuat capaian vaksinasi di Kabupaten Jayawijaya belum mencapai 50 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijya, dr. Willy E Mambieuw, SpB menyatakan, pihaknya sudah lakukan rapat terkait masalah ini dengan Provinsi Papua, di mana ada 18.000 data warga yang sudah divaksin, namun belum terupload di pusat, sedangkan yang sudah diupload itu sekitar 70.000 warga dan itu sudah masuk.

“Semua yang sudah punya NIK dan sudah mendapat vaksinasi dan terdata pada Pemkab Jayawijaya ternyata tidak terdata di pusat, sehingga ada muncul beberapa wacana untuk nanti kita buat semacam rekapan yang sudah divaksin lengkap dengan NIKnya dan sudah diupload pada sistem Piker di BPJS,”ungkapnya, Rabu (2/2).

Terkait hal itu, pihaknya akan membawa data itu ke Kementerian Kesehatan agar bisa dilihat oleh teman —teman di pusat supaya bisa mencocokkan datanya, mengapa ada selisih, sistem Piker di BPJS tidak ada masalah,”jelasnya.

Dikatakan, jumlah perhitungan manual, vaksin yang digunakan serta yang terupload dalam data Piker BPJS itu sama, oleh karena itu, pihaknya harus membereskan data yang saat ini tidak terupload ke kementrian, setelah itu baru vaksinasi ini dilanjutkan kembali.

Ia menyatakan, pencapaian vaksinasi di Jayawijaya sudah mencapai 43 persen, ini belum termasuk dari data selisih 18,000 yang belum diupload ke Kementerian Kesehatan, dari 72.000 warga yang sudah mendapatkan vaksinasi, sedangkan data di pusat, Jayawijaya baru mencapai 22 persen.

“Masalah ini mungkin terjadi karena sistem Piker di BPJS dengan Kementerian Kesehatan itu tidak sinkron, ini yang akan kita cek,”ungkapnya.

Sementara terkait Jayawijaya yang masuk pada salah satu wilayah yang harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Aktifitas Masyarakat (PPKM) level III  dari pemerintah pusat, sebenarnya jika dilihat dari data, memang tidak banyak jumlah pasien Covid -19 di Jayawijaya, kemungkinan indicator yang digunakan terkait pencapaian vaksinasi.

“ Kita harus lihat juga, pusat menerapakan PPKM level 3 ini karena fasilitas kesehatan kita di Jayawijaya masih minim, sehingga dengan aturan itu, Pemkab Jayawijaya bisa lebih memperketat pemeriksaan bagi orang yang masuk,”bebernya.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Komisi IV Sayangkan Aset Terbuang Percuma

Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…

7 hours ago

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

8 hours ago

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

9 hours ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

10 hours ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

11 hours ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

12 hours ago