

dr. Anton Mote
JAYAPURA – Peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terus bertambah, Management RSUD Jayapura pada 8 Februari 2022, meniadakan jam besuk. Hal ini dilakukan tidak lain untuk mengurangi dampak resiko terpaparnya pasien ataupun para penjenguk.
Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan edaran yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pengunjung baik keluarga pasien rawat inap bahwa, jam besuk di RSUD Jayapura ditiadakan.
“Ini sudah kami berlakukan, keputusan tersebut kami ambil untuk kebaikan bersama, karena lonjakan kasus Covid-19 di Papua terus meningkat,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/2) kemarin.
Lanjutnya, selain itu penjaga pasien juga dibatasi hanya boleh 1 pasien, kecuali pasien dalam kondisi kritis, imbobilisasi, dan keadaan khusus lainnya diperbolehkan 2 orang.
”Bagi penjaga pasien, diwajibkan menunjukan sertifikat vaksinasi dan sweb antigen negatif, ini berlaku untuk semua dengan demikian kami harapkan dapat membantu memutuskan penyebaran Covid-19 di RSUD Jayapura” tambahnya. (ana/gin)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…