

dr. Aroon Rumainum, M.Kes ( FOTO: Gratianus silas/cepos)
JAYAPURA –Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan terkait dengan adanya masyarakat yang telah divaksin tetapi masih terinveksi Covid19, hal tersebut bisa saja terjadi. Ia menegaskan bahwa setelah divaksin tidak menjamin tidak terkena Covid 19.
“Kebanyakan masyarakat yang sudah melakukan vaksin namun masih terpapar Covid, bisa disebabkan karena pembentukan antibody belum terbentuk setelah divaksin, karena idealnya antibody akan terbentuk 28 hari setelah divaksin,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/6) kemarin.
Diakuinya, selain hal tersebut ada kemungkinan kedua yakni waktu divaksin, pasien memiliki kadar gula yang cukup tinggi dan mereka tidak minum obat, ini bisa mengakibatkan pasien sakit maupun meninggal.
“Maka dari itu saat ini, kami sebelum vaksin, selalu kami periksa tensi dan juga kadar gula dalam tubuh, dan setelah divaksin harus dibarengi dengan minum obat khususnya bagi mereka yang punya riwayat gula dan hipertensi,” tambahnya.
Menurutnya, jika pasien tidak cocok pada vaksin, biasanya 30 menit setelah disuntik vaksin langsung meninggal, namun jika waktunya lebih dari itu, penyebabnya ada beberapa factor termasuk tidak menjalankan prokes dengan baik. (ana/gin)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…