“Everton menegaskan bahwa pihaknya terbuka dan transparan dalam memberikan informasi kepada Liga Primer dan selalu menghormati integritas prosesnya. Klub tidak mengakui temuan bahwa mereka sedang melakukan kecurangan dan tidak memahami tuduhan yang dibuat Liga Primer selama proses berlangsung. Baik sekeras dan seberat apapun sanksi yang dijatuhkan oleh komisi, klub menyebut putusan itu tidak masuk akal,” tulis pernyatan klub.
Everton berpendapat ada faktor yang membuat mereka bisa memperoleh kerugian sebesar itu, diantaranya biaya stadion, dampak perang di Ukraina yang mempengaruhi kesepakatan sponsor mereka dengan USM, dan hilangnya nilai jual pemain karena pandemi covid.
Rival sekota Liverpool FC itu merasa diperlakukan tidak adil, terutama jika dibandingkan dengan kasus PSR Manchester City yang berlarut-larut, meskipun ada 115 dakwaan dan tuduhan proses putusan yang tidak transparan. (*)
SUMBER: Jawapos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…