“Everton menegaskan bahwa pihaknya terbuka dan transparan dalam memberikan informasi kepada Liga Primer dan selalu menghormati integritas prosesnya. Klub tidak mengakui temuan bahwa mereka sedang melakukan kecurangan dan tidak memahami tuduhan yang dibuat Liga Primer selama proses berlangsung. Baik sekeras dan seberat apapun sanksi yang dijatuhkan oleh komisi, klub menyebut putusan itu tidak masuk akal,” tulis pernyatan klub.
Everton berpendapat ada faktor yang membuat mereka bisa memperoleh kerugian sebesar itu, diantaranya biaya stadion, dampak perang di Ukraina yang mempengaruhi kesepakatan sponsor mereka dengan USM, dan hilangnya nilai jual pemain karena pandemi covid.
Rival sekota Liverpool FC itu merasa diperlakukan tidak adil, terutama jika dibandingkan dengan kasus PSR Manchester City yang berlarut-larut, meskipun ada 115 dakwaan dan tuduhan proses putusan yang tidak transparan. (*)
SUMBER: Jawapos
Page: 1 2
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…
Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…
Pendekatan strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan…