“Everton menegaskan bahwa pihaknya terbuka dan transparan dalam memberikan informasi kepada Liga Primer dan selalu menghormati integritas prosesnya. Klub tidak mengakui temuan bahwa mereka sedang melakukan kecurangan dan tidak memahami tuduhan yang dibuat Liga Primer selama proses berlangsung. Baik sekeras dan seberat apapun sanksi yang dijatuhkan oleh komisi, klub menyebut putusan itu tidak masuk akal,” tulis pernyatan klub.
Everton berpendapat ada faktor yang membuat mereka bisa memperoleh kerugian sebesar itu, diantaranya biaya stadion, dampak perang di Ukraina yang mempengaruhi kesepakatan sponsor mereka dengan USM, dan hilangnya nilai jual pemain karena pandemi covid.
Rival sekota Liverpool FC itu merasa diperlakukan tidak adil, terutama jika dibandingkan dengan kasus PSR Manchester City yang berlarut-larut, meskipun ada 115 dakwaan dan tuduhan proses putusan yang tidak transparan. (*)
SUMBER: Jawapos
Page: 1 2
‘’Ada komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dan juga kehadiran kodim 1707 Merauke tentu…
Kepala Kampung Karya Bumi, Muryani, menjelaskan bahwa lahan pemakaman umum tersebut dibeli dari pemilik tanah…
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke Karennu ditemui media ini mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, pihaknya…
Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasie Propam Aiptu Frans Risamau hari ini dilakukan Gaktiplin bagi setiap…
“Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles ke-3. Kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan masalah saling serang diantara masyarakat yang dipicu dari…