Keunggulan kemudian didapatkan Man United setelah Bruno Fernandes melakukan tendangan penalti. Keunggulan yang tidak bertahan lama setelah Lukas Lerager mencetak gol penyeimbang.
Tak berselang lama Bardghji memberikan kenyataan pahit karena dia mencetak gol keempat bagi FC Copenhagen.
Ten Hag memberikan gambaran soal penampilan pasukannya yang sangat bagus. Namun, dia menyalahkan wasit atas kekalahan tim asuhannya.
“Apakah Anda punya waktu satu jam? Kami bermain sangat baik sampai kartu merah, dan kartu tersebut merubah segalanya,” ujar Ten Hag dilansir Sky Sports.
Kebobolan dua gol yang seharusnya tidak perlu dihilangkan itu sangat mengecewakan. Gol pertama merupakan offside, dan seorang pemain yang berada di depan Onana.
“Kami harus berurusan dengan banyak keputusan yang merugikan kami, tetapi beginilah adanya. Saya yakin itu akan berubah, dan musim masih panjang,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.
Ten Hag merasa kesulitan dengan 10 pemain setelah dikeluarkannya Rashford, dan dia dan pasukannya masih berjuang dan berlari.
“Dengan 10 pemain, kami mengendalikan permainan. Kami berjuang sangat keras dan bermain sangat baik,” timpalnya. (*)
Sumber: skysports.com | jawapos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…