Categories: SEPAKBOLA INDONESIA

Kiper Timnas Indonesia Pakai Kacamata Khusus dalam Latihan, Apa Fungsinya?

JAKARTATimnas Indonesia resmi memulai sesi latihan perdana mereka pada Senin (26/5) di Bali United Training Center yang berlokasi di Pantai Purnama, Gianyar, Bali. Sesi ini menjadi langkah awal dari persiapan menghadapi dua pertandingan besar melawan Tiongkok dan Jepang pada bulan Juni nanti.

Sebanyak 23 pemain hadir dalam latihan perdana. Termasuk nama-nama yang berkiprah di Eropa seperti Thom Haye, Joey Pelupessy, dan kiper Emil Audero.

Emil Audero diprediksi akan mengisi posisi utama di bawah mistar saat menghadapi Tiongkok. Ini lantaran Maarten Paes harus absen karena akumulasi kartu.

Sektor penjaga gawang mencuri perhatian dari sesi latihan ini. Akun Instagram @blangkon.football membagikan momen di mana para kiper Timnas terlihat menggunakan kacamata khusus dalam latihan.

Alat itu bukanlah kacamata biasa, melainkan sebuah alat yang dirancang khusus untuk membantu kiper dalam latihan. Kacamata Swivel Vision bekerja dengan membatasi penglihatan periferal pemakainya.

Tujuannya, pemain harus mengandalkan fokus visual yang lebih intens atau bahkan isyarat audio. Pada intinya, gagasan utamanya adalah semakin besar tantangan dalam latihan, maka semakin mudah tindakan tersebut untuk direproduksi saat hari pertandingan.

Metode serupa sebelumnya juga sudah diterapkan oleh klub Liga Inggris, Liverpool. Pada musim panas 2024, Liverpool memperkenalkan kacamata pelatihan “Swivel Vision” ke dalam rutinitas latihan kiper mereka untuk meningkatkan konsentrasi visual dan respons motorik.

Sebuah video dari kanal YouTube resmi Liverpool memperlihatkan pelatih kiper baru mereka, Fabian Otte meminta Marcelo Pitaluga mengenakan kacamata buatan Amerika tersebut.

Dalam sesi itu, Otte juga menginstruksikan para pemain untuk terus mencari sudut dan melakukan scanning selama latihan passing. Bahkan, mereka juga menggunakan headphone peredam suara untuk memperkuat konsentrasi visual.

Mengapa metode ini dianggap efektif? Karena dengan membatasi input sensorik, para pemain justru didorong untuk meningkatkan reaksi dan koordinasi tangan-mata mereka.

“Sepanjang sesi latihan kami, saya melihat kacamata ini membantu kiper meningkatkan waktu reaksi dan teknik mereka,” ujar Mostafa Dida, pelatih kiper dari klub ZED FC di Liga Premier Mesir, dikutip dari The Athletic.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal…

9 hours ago

Pasukan Tempur Disiapkan

​Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli…

10 hours ago

Jejak Buron Lapas Abepura Masih Gelap

"Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun…

10 hours ago

Kapten Kapal Asal Merauke Ditembak Aparat PNG

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai, S.STP, MAP, saat ditemui menjelaskan, insiden itu…

11 hours ago

Penguatan Pendidikan Sejak Dini untuk Cegah Krisis Literasi

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo,…

11 hours ago

Warga Resah, Jambretan Berkeliaran Sambil Tenteng Golok

Aksi nekat kedua pelaku digagalkan sebelum mereka sempat membawa kabur barang berharga milik korban. Warga…

12 hours ago