

Menteri BUMN yang juga Ketua PSSI Erick Thohir saat mencoba Face Recognition Garuda.id usai meninjau Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
JAKARTA– Kurang dari dua bulan lagi Timnas Indonesia akan menghadapi Tiongkok dan Jepang dalam dua laga terakhir di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. PSSI bisa mencoba sejumlah pemain keturunan untuk jadi naturalisasi tambahan skuad Garuda.
Sesuai jadwal, Tiongkok dan Jepang jadi dua lawan pamungkas yang bakal dihadapi Timnas Indonesia di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda dalam laga itu berstatus sebagai kandang dan tandang.
Timnas Indonesia menjadi tuan rumah saat menjamu Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada 5 Juni. Garuda kemudian bertandang ke Osaka untuk menantang tuan rumah Jepang di Panasonic Stadium Suita, lima hari kemudian.
Timnas Indonesia biasanya kedatangan pemain keturunan baru setiap periode FIFA Matchday dalam mengarungi putaran ketiga. Ole Romeny, Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy, adalah nama yang dinaturalisasi di antara periode November 2024 dan Maret 2025.
Namun jelang periode Juni 2025, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan belum berencana menambah pemain naturalisasi. Kemungkinan ada pemain baru pun kecil.
“Belum ada rencana. Kami fokus pemain naturalisasi yang sudah ada,” kata Erick Thohir, pada Jumat (18/4) di Bali.
Tapi, FIFA Matchday Juni masih lama. Masih ada kurang lebih sebulan untuk PSSI berubah pikiran dan menambah kekuatan Timnas Indonesia dengan menaturalisasi pemain keturunan. Apalagi, saat ini ada beberapa pemain yang terang-terangan sudah menyatakan ketertarikan untuk memperkuat Timnas Indonesia. PSSI pun diketahui telah mengontaknya.
Page: 1 2
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…