Categories: SEPAKBOLA INDONESIA

Tegaskan Nasionalisme Pemain Timnas Naturalisasi Tak Perlu Diragukan

JAKARTA-Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, nasionalisme para pemain naturalisasi yang membela tim nasional Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Mereka sangat Indonesia. Jangan pernah mempertanyakan merah putih mereka,” ujar Erick di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis.

Dia menyebut, para pesepak bola naturalisasi memiliki rasa cinta dan kebanggaan yang dalam untuk Indonesia lantaran mereka merupakan keturunan dari orang tua atau kakek dan nenek warga negara Indonesia.

Pergantian kewarganegaraan mereka menjadi Indonesia pun dilakukan atas keinginan sendiri. Menurut Erick, hal-hal itu yang membuat pemain-pemain tersebut selalu berlaga sepenuh hati untuk timnas Indonesia.

Pria yang juga Menteri BUMN itu mencontohkan sikap Mees Hilgers, bek tengah FC Twente di Liga Belanda Eridivisie, yang naturalisasinya sudah disepakati DPR RI dan tinggal menunggu Keputusan Presiden dari Presiden Joko Widodo.

Erick menyebut, baru-baru ini dirinya melihat rekaman video di mana Mees Hilgers mendatangi penonton yang membawa bendera Merah Putih di stadion, Belanda, mengambil bendera tersebut dan lalu berfoto dengan membentangkannya.

Peristiwa itu terjadi di Stadion De Grolsch Veste, Enschede, Belanda, usai Mees membantu timnya FC Twente menundukkan tim tamu SC Heerenveen dengan skor 2-0 di Eredivise, Rabu (18/9) dini hari WIB.

“Itulah nasionalisme. Mees itu ibunya orang Manado. Ibunya sering pulang ke Manado untuk melihat yayasan tunanetra yang dibinanya,” kata Erick.

Dan, menurut Erick, nasionalisme idealnya tidak dibenturkan dengan pandangan-pandangan yang bersifat kontroversi.

Dia menegaskan, naturalisasi merupakan salah satu upaya PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional yang dilakukan secara berkesinambungan dan jangka panjang.

PSSI, Erick menyampaikan, selalu maksimal dalam mencari dan menyiapkan talenta sepak bola terbaik untuk memajukan tim nasional.

“Yang namanya pembangunan timnas itu bukan hanya dilihat dari sisi jangka pendek atau shortcut (jalan pintas-red) atau quick win (percepatan). Semua harus berkesinambungan,” tutur dia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pura-pura Beli Susu, Hajar Pemilik Kios Hingga Tangan Patah

   Guntur menjelaskan, kejadian bermula ketika korban didatangi seorang pria yang tidak dikenal dengan alasan…

4 hours ago

Pedagang Angkat Isu Pasar Dalam Torang Tanya Wali Kota Jawab

Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil langkah untuk membenahi kondisi Pasar Mama Papua yang saat ini…

5 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Sekolah Khusus di Empat Kabupaten

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan berkomitmen memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Salah…

6 hours ago

Soal Kasus di SMAN 4,  Sekolah Diminta Ambil Keputusan Tegas

  Rustan mengatakan, persoalan tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat dan pemberitaan di media…

7 hours ago

Dinsos Pastikan Rumah Singgah Segera Beroperasi

Pemerintah Kota Jayapura memastikan pembangunan dan penyiapan rumah singgah bagi masyarakat penyandang masalah sosial terus…

8 hours ago

Tidak Pernah Direalisasikan, Warga Abe Pantai Malas Sampaikan Aspirasi

Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi…

9 hours ago