Categories: SEPAKBOLA INDONESIA

Kesalahan Fatal Erick Thohir Sebagai Presiden Inter Milan Bisa Terulang

JAKARTA– Kinerja Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI sedang disorot. Publik menunggu siapa pelatih yang akan ditunjuk mantan presiden Inter Milan itu menggantikan Shin Tae-yong (STY).

Seperti diketahui, Shin Tae-yong telah dipecat dari kursi pelatih Timnas Indonesia Senin (6/1). Yang kemudian jadi sorotan saat ini adalah pengganti STY.

Erick Thohir memang belum mengumumkan penerus Shin Tae-yong. Akan tetapi, dari ciri-ciri yang disebutkan orang nomor 1 di PSSI itu, semua tertuju pada satu nama.

Ia adalah Patrick Kluivert. Munculnya nama legenda Belanda itu langsung memunculkan penolakan dari banyak pihak.

Publik menyoroti pengalaman Kluivert sebagai pelatih. Maklum saja, ia lebih sering menjabat asisten pelatih Louis van Gaal dan Clarence Seedorf.

Adapun karier pelatihnya mengecewakan. Kluivert hanya menukangi tim-tim kecil seperti FC Twente U-21, Timnas Curacao, dan Adana Demirspor.

Di tiga tim tersebut, ia gagal total dan selalu berakhir dengan pemecatan. Tim terakhir yang ditangani Kluivert adalah Adana Demirspor dan dipecat Desember 2023 setelah menjalani 20 pertandingan.

Catatan inilah yang membuat suporter Indonesia ragu dengan pilihan Erick Thohir. Bahkan, tidak sedikit pula yang kembali mengungkit kesalahan Ketum PSSI di masa lalu saat masih memiliki Inter Milan.

Sebagai informasi, Erick pernah menjadi pemilik sekaligus presiden Inter Milan 2013. Ia membeli saham mayoritas raksasa Italia dari Massimo Moratti.

Pada awal kepemimpinannya, ia dipuji fans Inter dan legenda tim dengan menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai pelatih. Akhir musim 2015/2016, Erick Thohir memecat sang pelatih di saat performa tim membaik.

Yang menjadi masalah adalah pengganti Roberto Mancini. Seperti halnya calon pelatih Timnas Indonesia sekarang, sosok yang dipilih Menteri BUMN di Inter Milan kala itu juga dari Belanda.

Ia meminang Frank de Boer yang sebelumnya sukses bersama Ajax Amsterdam. Sayang, kualitas De Boer jauh dari harapan.

Dari 14 pertandingan memimpin I Nerazzurri, hanya lima kemenangan yang mampu diberikan Frank de Boer. Ia kemudian dipecat November 2016.

Keputusan Erick Thohir tersebut kini sedang menghantui suporter Timnas Indonesia. Apalagi, Patrick Kluivert tidak punya catatan sebagus Frank de Boer sebagai pelatih. (*/JAWAPOS)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

36 minutes ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

2 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

3 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

4 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

5 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

6 hours ago