

Pelatih Persipura, Tony Ho. (Ceposonline.com/Hans Palen)
JAYAPURA– Persipura belum bisa diperkuat salah satu gelandang serangnya Ramai Rumakiek.
Ramai yang baru saja memperkuat Timnas Indonesia dikabarkan mengalami cedera dan belum bisa bergabung dengan Yustinus Pae dan kawan-kawan.
Sementara itu Persipura sendiri akan siap bertanding melawam Sulut United pada tanggal 6 Oktober 2023 nanti.
Kehadiran Ramai tentu dibutuhkan Toy Ho, apalagi sejumlah pemainnya saat ini tengah mengalami cedera dan diragukan tampil melawan Sulut United.
Memang ditiga laga awal Persipura kontra Kalteng Putra, Persiba Balikpapan dan Persipal Palu, tak diperkuat Ramai Rumakiek.
Pelatih Persipura, Tony Ho mengatakan, Ramai Rumakiek belum bisa bergabung dengan tim.
“Ramai belum bersama tim saat ini. Saya juga belum bertemu dengannya,” ucap Tony Ho.
Tony Ho mengaku, sesuai informasi dari manajemen bahwa Ramai mengelami cedera usai membela Timnas Indonesia.
“Kondisinya cedera, sehingga saya tidak bisa paksakan untuk dia ikut bersama tim ke Manado,” terangnya.
Tony Ho menyampaikan, jika Ramai dalam perjalanan balik dari Jakarta ke Jayapura. Namun ia harus jalani perawatan lebih dulu untuk mengecak sejauh mana cedera yang dia alami.
“Kita menyumbang pemain untuk Negara tapi balik dalam keadaan cedera. Sehingga saya tidak bisa paksakan,” tuturnya.
Menurut Tony Ho, pada prinsipnya dirinya mendukung Timnas karena pemain Persipura kesana untuk membawa nama negara.
“Prinsipnya kita harus dukung Timnas karena untuk bawa nama negara, tapi klau pemain pulang dalam keadaan cedera sayang ya , apalagi kita juga butuh Ramai, harapannya semoga cederanya tidak berat dan segera sembuh,” tutup Tony Ho. (*)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…