Categories: ALL SPORT

Dukung Matius Fakhiri, Pelatih SSB, Futsal dan Galanita Rapatkan Barisan

Dikatakan untuk mewujudkan ini bukan hal yang mudah karena membutuhkan komitmen yang kuat dari pihak – pihak yang terlibat. Mulai dari pengelola SSB, pelatih, orang tua pemain, pemerintah daerah hingga federasi. Yaitu PSSI pusat di Jakarta maupun PSSI Papua sebagai pemegang otoritas pembinaan dan prestasi sepakbola di Papua.

Dan terkait dengan pelaksanaan kongres pemilihan Ketua PSSI Papua bulan Juli mendatang, akhirnya disepakati satu nama untuk diusung yakni Matius Fakhiri sebagai calon ketua PSSI Papua masa bhakti 2026-2030. Sosok mantan Kapolda Papua ini dianggap sebagai figure yang tepat untuk memimpin PSSI Papua dan kata Guntur pihaknya akan mengantarkan langsung proses pendaftaran ini ke sekretariat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) PSSI Papua di GOR Waringin kotaraja.

“Persyaratan sudah disiapkan dan sudah terpenuhi. Satu dukungan, tinggal besok kami antarkan. Yang jelas ada mimpi besar yang ingin diwujudkan bersama. Seorang pemain profesional tentu tidak bagus begitu saja melainkan ada proses panjang yang dilalui termasuk dibentuk sejak awal di SSB dan kami ingin semua kembali hidup” imbuh Guntur. Hal senada disampaikan Sergius Runtini pemilik salah satu club futsal di Jayapura.

Ia berharap pembinaan olahraga terlebih sepakbola maupun futsal jangan hanya difokuskan di kota. Ia meyakinkan bahwa dalam olahraga futsal, Papua juga memiliki talenta yang tersembunyi. “Untuk fustal kita masih terus menciptakan pemain berkualitas dan beberapa hr lalu ada seleksi oleh pelatih futsal nasional dan ada bebrapa nama yang lolos seleksi,” ucap Sergius.

Begitu juga disampaikan Yules Ongge selaku pengamat sepakbola bahwa dengan adanya perubahan statuta maka nama Matius Fakhiri kini sudah bisa diusung.”Kami senang dan bangga ternyata beliau (Matius Fakhiri) mau menerima ini,” kata Yules. Pihaknya bulat memberikan dukungan mengingat jika berbicara pembinaan maka wadah pembinaan itu yang harus disiapkan.

“Kompetisi di SSB juga harus jalan. Jangan justru mandeg dan akhirnya pemain kebingungan bagaimana mengasah skill dan kemampuan karena tak ada kompetisi,” tambah Yules. Iapun mengajak semua pelatih SSB termasuk siswa didik untuk ikut mengantarkan proses pendaftaran di hari pertama ini. Begitu juga disampaikan Nelco Ibo , Manager Galanita Persiker Keerom. Ia menyebut bahwa saat ini ada sistem pembinaan yang kurang baik dan ia mengingatkan bahwa sepakbola bukan hanya laki-laki tetapi ada wanita juga. Ini yang menurutnya jarang diberi perhatian.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

2 days ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

2 days ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

2 days ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

2 days ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

2 days ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

2 days ago