

JAYAPURA – Tim Persipura Jayapura membentangkan sebuah kertas bertuliskan penolakan terhadap segala bentuk rasisme, sebelum kick off laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Senin (19/8) malam.
Hal tersebut dilakukan oleh skuad Persipura menanggapi insiden rasis oleh warga dan ormas terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.
Persipura melalui, Asisten Manajer, Bento Madubun mengungkapkan, kertas berisikan pesan penolakan terhadap rasisme itu merupakan bentuk keprihatinan Ketua Umum Persipura dan seluruh personil tim mutiara hitam terhadap apa yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya.
“Semalam kami meeting dan menghubungi Ketua umum, dan Ketua umum sampaikan keprihatinan beliau, dan beliau mengarahkan kami untuk menyampaikan rasa prihatin dan kepedulian kita atas kejadian ini melalui seruan Stop Rasis. Intinya, kami sangat prihatin dan mengecam kejadian yang di alami mahasiswa Papua di Surabaya,” ungkap Bento dalam releasenya , Senin (20/8).
Mantan wartawan itu juga sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Ia menilai insiden tersebut telah menodai hari kemerdekaan Indonesia.
“Kita sangat prihatin dengan apa yang terjadi, sangat disayangkan hal-hal berbau rasis masih terjadi di usia bangsa ini yang menginjak 74 tahun,” ujarnya.
Bento pun mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia.
“Kita semua manusia dan sama derajatnya di mata Tuhan, sesama kita harus tetap ada rasa hormat dan saling menghargai,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu legenda hidup Persipura Jayapura, Stevie Bonsapia pun ikut mengecam ucapan rasis yang ditujukan kepada orang Papua.
“Saya sangat mengecam ucapan rasis yang telah dilontarkan itu, masalahnya ini soal harga diri orang Papua dan banyak pemain Papua yang membela timnas Indonesia,” tegasnya.
Stevie yang saat ini bekerja sebagai karyawan Bank Papua berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Eks bintang tim nasional Indonesia ini pun meminta kepada warga negara Indonesia untuk saling menghargai sesama manusia.
“Semoga tragedi ini tidak terjadi lagi dan kita semua harus saling menghargai satu sama yang lain,” tandasnya. (eri/tho)
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…
Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…