Categories: OLAHRAGA

Lima Tim Ramaikan Liga Putri U-17

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua, Anike Rawar saat menendang bola pertama, di lapangan sepakbola Berg En Dal Argapura, Jayapura, Minggu (16/6) sore kemarin.( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Liga Sepakbola Putri U-17 Piala Kemenpora yang pertama berhasil digulirkan di Papua. Untuk seri provinsi, 5 klub akan saling sikut untuk merebut satu tiket menuju seri Nasional.

Koordinator Provinsi, Natalia Tulungan mengatakan, awalnya ada beberapa kabupaten yang ingin mengambil bagian, namun terkendala oleh pendanaan masing-masing daerah dan hanya diikuti oleh 5 kabupaten/kota.

Lima tim yang ikut diataranya, dari Kota Jayapura (PS Kayu Pulo), Kabupaten Jayapura (Swallow FC), Mimika, Nduga (Nenggam FC), dan Yahukimo (Dekai FC).

Pertandingan yang berlangsung 16-18 Juni 2019 ini akan menggunakan kompetisi penuh dan yang meraih poin tertinggi akan mewakili Papua pada seri nasional di Bandung.

“Yang juara yang akan ke seri Nasional pada 5-10 Agustus di Bandung. Saya juga berharap semoga pada piala tahun berikutnya tidak hanya diikuti oleh 5 tim tapi harus lebih,”ungkap Natalia disela-sela pembukaan yang berlangsung di lapangan sepakbola Berg En Dal Argapura, Jayapura, Minggu (16/6) kemarin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua, Anike Rawar usai membuka secara resmi mengatakan, Liga Sepakbola Putri U-17 Piala Kemenpora Tahun 2019 harus dimanfaatkan dengan baik bagi pesepak bola putri Bumi Cenderawasih untuk menyatakan bahwa sepak bola putri Papua juga patut diperhitungkan.

“Saya melihat sepak bola wanita di Papua sangat hebat-hebat dan luar biasa, artinya wanita Papua memiliki talenta yang tersembunyi dan ini tidak harus dilihat dengan sebelah mata. Kami melihat wanita juga memiliki persaingan dalam dunia sepakbola,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan adanya Piala Sepakbola Putri U-17 bisa menciptakan talenta yang bisa diproyeksikan pada tim Galanita atau sepakbola Wanita PON Papua.

“Yang punya kualitas pasti akan dilirik masuk pada Galanita PON Papua,” jelasnya.

Sementara untuk masih minimnya peserta, Anike berharap pada Piala Kemenpora berikutnya harus diikuti oleh semua kabupaten/kota. Untuk meningkatkan pembinaan sepak bola wanita di Tanah Papua.

“Oleh kerana itu atas nama pemerintah Papua kami memberikan apresiasi kepada kontingen yang sudah ikut berkompetisi, jika kali ini hanya 5 daerah, kami berharap kalau bisa semua daerah ikut,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemain Timnas sepakbola Indonesia, Yudita Sada yang menyempatkan hadir mengatakan, semua miliki kesempatan yang sama untuk memperkuat Timnas sepak bola Indonesia.

Oleh kerana itu, lewat Piala Mempora U-17 Putri, ia mengajak kepada seluruh pemain sepakbola wanita Papua untuk bisa membuktikan, bahwa Papua tidak hanya disegani oleh pemain sepak bola putranya tapi putri juga harus bisa buktikan itu.

“Saya berharap adik-adik ini bisa mengikuti jejak kami untuk harumkan nama Papua dan Indonesia,”tutupnya. (eri/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago