Categories: OLAHRAGA

Persipura Siap Menuju AFC Club Licensing

Tim Persipura Jayapura saat menerima kunjungan Refeere Instructor, Sukhbir Singh dari Football Association of Singapore yang berlangsung di Hotel  Jasmine, Minggu (11/8) malam. ( FOTO : Rocky Bebena for Cepos)

JAYAPURA-Dalam rangka memenuhi Sporting Criteria pada Club Licensing Administration System (CLAS) pada Educational Programmes, tim Persipura Jayapura menerima kunjungan Refeere Instructor, Sukhbir Singh dari Football Association of Singapore yang memberikan materi Laws of the Game FIFA, Sports Integrity dan Doping Control. Kegiatan berlangsung di Hotel Jasmine, Minggu (11/8).

Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena mengatakan, bahwa hal ini dilakukan sebagai persyaratan dalam pengurusan AFC Club Licensing 2019. Dimana klub wajib melakukan educational program kepada seluruh perangkat klub seperti pengurus, pelatih, offisial dan pemain.

“Adapun materi educational program adalah Law Of The Game (LOTG), dan Football Integrity. Kegiatan ini terlaksana setelah adanya diskusi dari coach Persipura, Jacksen dan Manajer Persipura, Rudy Maswi, maka Persipura Jayapura melakukan educational program, yang diikuti semua pemain dan pelatih serta official tim,” ungkap Eveerth dalam press releasenya, Senin (12/8) kemarin.

Lajut Eveerth, secara umum materi yang diberikan menyangkut hal-hal penting sebagai regulasi baru dalam permainan sepakbola di tingkat AFC dan aturan-aturan baru yang menjadi lisensi AFC.

Sementara itu, pelatih Persipura Jayapura, Jasksen F Tiago menyambut baik kegiatan sosialisasi peraturan baru FIFA yang diberikan oleh Refeere Instructor, Sukhbir Singh dari Football Association of Singapore.

Menurut Jacksen, materi Laws of the Game FIFA, Sports Integrity dan Doping Control, sangat baik untuk tim Persipura, agar pemain bisa menjaga integritas dalam sebuah pertandingan pada liga Indonesia maupun nantinya tampil kompetisi sepak bola AFC. Namun menurutnya, kegiatan seperti ini seharusnya melibatkan wasit.

“Kami tim Persipura sudah usulkan agar dalam forum seperti ini, ada perwakilan manajemen, pelatih, pemain dan wasit, sehingga aturan yang diterapkan nanti tidak ada perdebatan lagi dalam lapangan,” jelasnya.

Jacksen mengaku, materi aturan FIFA yang diberikan kepada tim Persipura belum tentu wasit punya pemahaman dan pengertian yang sama.

“Kalau kita dikumpulkan semua dalam satu forum, mungkin kita punya pemahaman yang sama, dengan begitu, aksi protes dari pemain dan tim pelatih dalam sebuah pertandingan akan berkurang,” katanya.

Pelatih asal Brasil itu mengakui, aturan baru sepak bola yang disosialisasi kepada tim Persipura sangat bermanfaat.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi pemain dan pelatih, tinggal kita aplikasikan dalam pertandingan saja kedepan,” katanya.

Jacksen menambahkan, regulasi sepak bola FIFA ini harus dipahami semua pihak yang terlibat dalam sepak bola, karena banyak peraturan baru diantaranya terkait posisi tangan yang pasif dalam terjadinya gol atau peluang. Kemudian juga ada keluar dan masuk area pergantian pemain, lalu pagar betis saat tendangan bebas.

“Banyak aturan baru sepak bola dunia yang harus kita pelajari, tapi kita kembalikan lagi kepada perangkat pertandingan di lapangan, dan kalau kita dipertemukan dalam satu forum maka kita bisa berdebat, kita mau kita sama-sama samakan presepsi, percuma kalau wasit punya presepsi lain saat terjadi satu kejadian dalam pertandingan,” bebernya.

Diketahui, aturan FIFA yang baru antara lain, pertama, gol atau peluang yang melibatkan tangan akan langsung dianulir. Termasuk posisi tangan dalam keadaan pasif atau tidak sengaja sekalipun .

Kedua, pemain yang diganti sekarang bisa keluar melalui garis mana saja. Tidak harus menghampiri penggantinya di area teknik. Jadi tidak akan ada lagi pemain yang mengulur waktu ketika pergantian di ujung pertandingan saat posisi unggul. Wasit bisa mengintervensi pemain untuk keluar melalui garis terdekat.

Ketiga, aturan kartu kuning dan kartu merah sekarang berlaku buat pelatih. Sebelumnya wasit bisa langsung mengusir pelatih tanpa peringatan. Kini akan ada kartu kuning (peringatan) dan kartu merah (pengusiran) buat pelatih.

Keempat, pagar betis untuk mengadang tendangan bebas lawan sekarang harus steril. Hanya pemain tim yang menghadapi tendangan bebas yang boleh berada di pagar betis.

Kelima, bola tendangan gawang, tendangan bebas di dalam kotak penalti, sekarang bisa langsung diterima tanpa harus keluar dari area penalti. (eri/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

42 minutes ago

BBM Subsidi Diduga Digunakan untuk Aktivitas Ilegal, Pengawasan Harus Berkelanjutan

Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…

2 hours ago

Pemprov Papua Batasi Penggunaan HP di Sekolah

  Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…

3 hours ago

Cegah Konflik Pertanahan, MRP Datangi Polda Papua

    Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…

4 hours ago

Pemkot Dorong Pemulihan Kehidupan dan Ekonomi Korban Kebakaran

   Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…

5 hours ago

Posko Ditutup, Seluruh Bantuan Pengungsi Dok V Disalurkan

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…

6 hours ago