Setelah melakukan survei dan perjalanan panjang, PSBS Biak akhirnya memilih Yogyakarta, khususnya Sleman, sebagai tempat pemusatan latihan dan home base tim pada musim mendatang.
“Kami memilih Jogja setelah meninjau beberapa tempat, dan akhirnya kami mendapatkan tempat yang sangat representatif di Sleman, Yogyakarta. Ini keputusan yang kami ambil setelah mempertimbangkan banyak faktor,” tambahnya.
PSBS Biak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Biak Numfor serta PSSI dan LIB (Liga Indonesia Baru). Jimmy Carter mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Yunus Nusi, dan Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami, termasuk PSSI, LIB, serta insan sepak bola Indonesia. Kami tahu banyak yang bertanya tentang keberadaan PSBS, namun tujuan kami adalah menjaga keharmonisan, semangat kekeluargaan, dan hubungan baik dengan semua pihak,” kata Jimmy Carter dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, meskipun PSBS sempat diam beberapa waktu terakhir, itu bukan berarti klub tidak aktif. Sebaliknya, manajemen PSBS menjaga hubungan baik dengan semua pihak dan memprioritaskan marwah sepak bola Indonesia.
Terkait masalah pendanaan, Jimmy Carter mengungkapkan bahwa PSBS Biak hingga saat ini belum mendapatkan sponsor utama. Namun, dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan sebagai sumber utama dukungan klub, sembari berharap lebih banyak sponsor yang akan bergabung untuk mendukung perjalanan klub ke depannya.
“Kami belum mendapat sponsor utama, namun kami tetap dapat berlatih di hotel bintang 4 yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo. Yesus Kristus adalah sponsor utama kami untuk saat ini,” ujarnya.
Jimmy juga berharap PT Freeport, sebagai perusahaan yang memiliki hubungan kuat dengan Papua, akan bergabung memberikan dukungan kepada PSBS, seperti halnya Bank Papua yang tetap menjadi sponsor setia klub.
Jimmy Carter menegaskan bahwa meskipun PSBS tidak terhindar dari kritik dan opini yang datang dari berbagai pihak, mereka tetap berfokus pada tugas utama mereka: menjaga harkat martabat sepak bola Indonesia.
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…