Categories: OLAHRAGA

Gulat Berharap Tetap TC

Atlet Gulat Papua saat mengikuti latihan di arena gulat di komplek Stadion Mandala Jayapura pekan lalu. (FOTO:Baransano for Cepos)

PON Papua 2021

JAYAPURA – Mundurnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dari bulan Oktober 2020 hingga Oktober 2021 membuat KONI Papua mengerluarkan kebijakan Training Center (TC) terpusat bagi atlet dari 37 cabang olahraga proyeksi PON XX 2021.

Dengan pengunduran event olahraga empat tahunan tersebut, kini membuat KONI Papua memiliki waktu cukup banyak, terhitung masih ada 18 bulan jelang pelaksanaan.

Melihat kasus Covid-19 yang sampai saat ini belum menunjukan tanda-tanda mereda, membuat KONI memilih untuk menjeda TC terpusat. Beberapa atlet diminta untuk melakukan latihan mandiri dari rumah masing-masing.

Tapi tak semua atlet harus melakukan recovery atau latihan mandiri. Khusus untuk atlet potensi medali atau atlet unggulan tetap disarankan melakukan TC terpusat, baik yang ada di Papua dan luar Papua.

Diketahui, awalnya KONI Papua berencana melakukan kebijakan tersebut di awal bulan Mei. Namun sampai saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah atlet atau cabang olahraga yang tetap melakukan TC terpusat dan atlet yang melakukan latihan mandiri.

Menanggapi hal itu, asisten pelatih Gulat Papua, Lisyard Baransano memaklumi bila KONI mengambil kebijakan tersebut. Tapi menurutnya, KONI juga harus bisa memberikan solusi yang bijak bagi mereka agar TC terpusat yang sudah berjalan setahun lebih tak mubazir.

“Pada prinsipnya saya setuju namun kebijakan  TC unggulan dan yang di rumahkan itu seperti apa,” ungkap Baransano kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (7/5) siang kemarin.

Mengenai ada atlet yang tetap melakukan TC terpusat dan latihan mandiri, Baransano berharap, KONI tetap mengijinkan Gulat tetap melakukan TC terpusat secara utuh.\

“Sebab kalau kami di gulat, seandainya mau di fasilitasi lewat KONI, maka kami sepakat dengan pengprov kami untuk bisa renovasi asrama gulat di Mandala untul yang TC mandiri bisa kita tampung di situ,” ujarnya.

Menurutnya, tak akan meksimal bila atlet seutuhnya menjalankan latihan mandiri dari rumah. Selain itu, kata Baransano, mereka juga tak bisa memantau aktivitas atlet harus dipulangkan.

“Kami masih menunggu kebijakan lewat permintaan kami, tetapi kalau memang tetap di rumahkan ya kita ikut aja,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

59 minutes ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

2 hours ago

TPP Diberikan Berdasarkan Kinerja ASN

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…

3 hours ago

Pemerataan Akses Energi Harus Jangkau Kampung Terpencil

   “Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…

4 hours ago

Kebutuhan Meningkat, PMI Ajak Warga Rutin Donor Darah

  Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…

5 hours ago

12 Tahun Injil di Skouw, Abisai Rollo: Generasi Muda Harus Takut Tuhan

   Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…

7 hours ago